Dirjen Kemdiktisaintek: Animo riset kampus meningkat

1 day ago 4

Makassar (ANTARA) - Direktur Jenderal (Dirjen) Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Fauzan Adziman mengungkapkan animo perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan riset meningkat.

"Pada 2026, jumlah proposal riset yang diajukan telah mencapai sekitar 127 ribu, melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025 yang sekitar 60 ribu proposal," kata Fauzan di sela pembukaan Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) Sulawesi Annual Meeting 2026 di Hotel Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.

Dia mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan semakin kuatnya budaya riset di lingkungan perguruan tinggi. Selain jumlah proposal yang meningkat, jumlah kampus yang aktif melakukan penelitian juga bertambah signifikan.

Sebagai gambaran, pada 2025 terdapat sekitar 1.500 perguruan tinggi yang aktif melakukan riset. Kini jumlahnya telah menembus 2.050 kampus, atau bertambah sekitar 500 perguruan tinggi dalam kurun waktu satu tahun.

"Meningkatnya minat tersebut membuat persaingan memperoleh pendanaan riset semakin ketat. Jika pada tahun sebelumnya sekitar satu dari tiga proposal memperoleh pendanaan, kini hanya sekitar satu dari delapan proposal yang berhasil mendapatkan hibah penelitian," katanya.

Baca juga: Mendiktisaintek serukan kolaborasi antarkampus guna hilirisasi riset

Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut merupakan hal yang wajar dalam upaya meningkatkan kualitas riset nasional. Sebagai perbandingan, di sejumlah negara maju seperti Inggris, tingkat keberhasilan hibah penelitian bahkan berkisar satu dari sepuluh proposal.

Untuk memperkuat ekosistem riset, pemerintah juga meningkatkan anggaran penelitian. Fauzan menyebut Presiden telah menambah alokasi dana riset sebesar Rp4 triliun di luar anggaran hibah riset yang selama ini mencapai sekitar Rp8 triliun per tahun.

Tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kualitas penelitian di perguruan tinggi melalui skema hibah dan penguatan ekosistem riset bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Fauzan menegaskan hasil riset harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah. Ia mencontohkan sejumlah hasil penelitian telah dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan wilayah, termasuk di Sulawesi Selatan, khususnya pada sektor maritim dan perikanan.

Ia juga mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi besar dengan kampus-kampus di daerah agar penelitian lebih sesuai dengan kebutuhan lokal. Menurutnya, kampus yang berada di lokasi penelitian memiliki pemahaman lebih baik terhadap karakteristik wilayah, sehingga perlu dilibatkan dalam setiap riset strategis.

Baca juga: Mendiktisaintek minta PTN tingkatkan kualitas riset guna bangun negeri

Selain memperkuat kolaborasi antarkampus di dalam negeri, Kementerian juga terus mengembangkan kerja sama internasional. Salah satunya melalui program kemitraan antara perguruan tinggi Indonesia dan Australia yang melibatkan dunia industri, sehingga hasil riset tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dihilirisasi menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia usaha.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Fauzan Adziman saat pembukaan Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) Sulawesi Annual Meeting 2026 di Hotel Uiversitas Hasanuddin, Makassar, Selasa (21/7/2026). ANTARA/Suriani Mappong

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |