Dinkes Tanjungpinang: Imunisasi efektif cegah penyebaran campak

2 hours ago 3

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), menyebutkan program imunisasi yang dijalankan pemerintah efektif mencegah penyebaran campak di daerah setempat.

Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam memastikan sampai saat ini belum terjadi lonjakan kasus penyakit campak di ibu kota Provinsi Kepri tersebut.

"Capaian ini tidak terlepas dari partisipasi masyarakat yang secara rutin membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan imunisasi di fasilitas kesehatan," kata Rustam di Tanjungpinang, Sabtu.

Sepanjang 2025, tercatat ada sepuluh kasus campak dan dua rubella di Tanjungpinang. Sedangkan pada 2026, terdapat 26 laporan diduga campak dan beberapa sampel di antaranya sudah dikirim guna pemeriksaan laboratorium.

Menurut dia, kasus campak di wilayah setempat relatif masih aman dan terkendali.

Menurut Rustam, imunisasi campak merupakan bagian dari program imunisasi nasional yang diberikan kepada anak pada usia tertentu sebagai perlindungan terhadap penyakit tersebut.

Ia menjelaskan imunisasi diberikan dalam tiga dosis utama. Dosis pertama diberikan saat anak berusia sembilan bulan sebagai perlindungan awal.

Selanjutnya, dosis penguat atau booster diberikan pada usia 15 hingga 18 bulan, serta dosis ketiga pada usia lima hingga tujuh tahun atau saat anak memasuki kelas 1 sekolah dasar.

"Efek samping yang muncul umumnya ringan, seperti demam setelah imunisasi dan merupakan kondisi yang wajar. Tidak menimbulkan efek samping yang berat bagi anak-anak," tuturnya.

Rustam turut menjelaskan campak merupakan penyakit infeksi virus akut yang sangat menular dan menyerang saluran pernapasan, yang ditandai dengan munculnya ruam kemerahan di seluruh tubuh.

Penyakit ini disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus dan paling sering menyerang anak-anak, meskipun dapat menginfeksi siapa saja yang belum memiliki kekebalan tubuh.

Selain vaksin campak, lanjut Rustam, pemerintah juga menyediakan berbagai jenis imunisasi lain sesuai usia anak, seperti hepatitis B saat bayi baru lahir, serta vaksin untuk mencegah penyakit polio, pertusis, hingga diare berat.

Layanan imunisasi bagi bayi dan balita tersedia setiap bulan di posyandu maupun puskesmas. Orangtua juga dapat memantau jadwal imunisasi anak melalui buku kesehatan ibu dan anak yang diberikan oleh petugas kesehatan.

"Setiap bulan ada, tetapi untuk anak memiliki jadwal tersendiri sesuai dengan umur mereka," demikian Rustam.

Pewarta: Ogen
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |