Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Kelik Indriyanto menyatakan tidak ada lagi RW berkategori kumuh berat di ibu kota.
“Memang masih ada yang kumuh di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, itu yang paling banyak. Tapi, Alhamdulilah, sudah tidak ada yang kumuh berat, itu yang kami syukuri,” ungkap Kelik di Jakarta Pusat, Jumat.
Dia mengatakan kategori RW kumuh yang tersisa di Jakarta saat ini, yakni kumuh sedang, kumuh ringan serta kumuh sangat ringan.
Kelik pun memastikan ke depannya, program untuk menekan RW kumuh di Jakarta terus dilanjutkan. Ia juga menargetkan 50 RW kumuh dapat ditangani hingga tahun depan.
Dia menuturkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta untuk menangani RW kumuh.
“Program akan kita lanjutkan, dengan hasil yang dari BPS ini. Kita akan benar-benar mengobati sesuai titik pusat yang memang kumuh. Jadi, kita akan bersama-sama dengan BPS DKI, sama yang menurunkan detailnya, RT-nya, dimana yang kumuh, karena menurut BPS kalau ada satu RT yang kumuh, maka disebut RW kumuh,” ungkap Kelik.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penanganan RW kumuh ke depan diprioritaskan di wilayah dengan kepadatan tinggi, terutama Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
Kawasan, seperti Tambora menjadi salah satu perhatian karena memiliki kompleksitas permukiman yang tinggi dan membutuhkan intervensi yang terukur.
Baca juga: RT hingga kader dawis diminta bantu tekan jumlah RW kumuh di Jakarta
Baca juga: Pramono: Perempuan miliki peran terhadap penurunan jumlah RW kumuh
Baca juga: DKI jadi provinsi pertama yang berkolaborasi dengan BPS data RW kumuh
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































