Semarang (ANTARA) - Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI Agus Sudibyo menyebut masih ada waktu sekitar 20 hari lagi untuk menggelorakan demam bola dalam menyambut gelaran Piala Dunia 2026.
"Kami terus gelorakan, terus mengampanyekan, kami optimistis Piala Dunia 2026 akan ditonton sebanyak mungkin warga Indonesia," kata dia saat gelaran "coaching clinic" sepak bola yang diselenggarakan TVRI Jawa Tengah di Demak, Jumat.
Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan dimulai pada 11 Juni.
Dia menjelaskan TVRI bersama LPP RRI dan Kantor Berita ANTARA siap berkolaborasi dengan berbagai pemerintah daerah untuk menyosialisasikan Piala Dunia 2026.
Ia menuturkan nonton bareng Piala Dunia juga akan digelar di banyak tempat di berbagai kabupaten/ kota agar menjadi kegembiraan bagi seluruh masyarakat.
Baca juga: ANTARA dukung penuh TVRI sukseskan tayangan Piala Dunia 2026
Upaya menggelorakan demam Piala Dunia, kata dia, salah satunya juga dilakukan melalui "coaching clinic" sepak bola digelar TVRI Jawa Tengah.
Melalui pelatihan ini, kata dia, TVRI mewujudkan kontribusi terhadap pembinaan sepak bola.
Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI Agus Sudibyo bersama peserta coaching clinic sepak bola yang digelar TVRI Jawa Tengah di Demak, Jumat (22/5/2026). (ANTARA/I.C. Senjaya)"Harapannya 'coaching clinic' semacam ini juga akan terus dilakukan setelah Piala Dunia usai," katanya.
"Coaching clinic" yang digelar TVRI Jawa Tengah diikuti oleh anak-anak dan remaja dari tiga komunitas, yakni SSB Sampangan Semarang, Akademi Sepak Bola Darul Amanah Kendal, serta Akademi Sepak Bola Talenta Indonesia (ASTI) Kendal.
Instruktur yang memberikan pelatihan yakni M. Irfan, pelatih sepak bola dari PSSI Jawa Tengah.
Baca juga: Komisi VII minta lembaga penyiaran perluas promosi siaran Piala Dunia
Baca juga: TVRI: 34 stasiun daerah gelar nobar Piala Dunia, perluas akses warga
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































