Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebutkan bahwa cuaca ekstrem tak hanya terjadi di Indonesia khususnya Jakarta, melainkan juga dialami oleh negara dan daerah lainnya.
“Sekarang bukan hanya terjadi di Indonesia, hampir semua daerah, hampir semua wilayah di seluruh dunia terjadi cuaca ekstrem yang luar biasa," kata Pramono di Jakarta Pusat, Selasa.
Bahkan di Rusia ada salju yang tingginya sampai 3-4 level gedung. "Dan selama ini di Eropa Barat nggak pernah banjir, akhirnya banjir,” katanya
Karena itu, Pramono menilai bahwa cuaca ekstrem yang saat ini sedang terjadi di ibu kota merupakan sebuah pemberian Tuhan.
Pramono pun fokus untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya, Pemerintah Provinsi Jakarta selalu bekerjasama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memantau situasi cuaca dari hari ke hari.
Baca juga: DKI alokasikan Rp31 miliar untuk modifikasi cuaca pada 2026
Baca juga: Modifikasi cuaca jadi pilihan terbaik antisipasi banjir di Jakarta
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jakarta juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya mengatasi banjir. Bahkan, Pemerintah Provinsi Jakarta sudah menyiapkan anggaran OMC untuk satu bulan ke depan.
“Saya tidak mau meng-'complain' urusan cuaca ekstrem ini. Ini adalah 'given'. Yang namanya pemerintah itu bertanggung jawab untuk mengatasi itu,” ujarnya.
Menurut Pramono, OMC sangat penting untuk dilakukan. "Sebab apabila tidak, maka dampak dari cuaca ekstrem di Jakarta akan lebih dari apa yang sudah terjadi pada hari-hari kemarin," katanya.
Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta juga menyiapkan antisipasi banjir jangka menengah. Misalnya dengan membangun waduk hingga embung di wilayah-wilayah Jakarta.
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































