China raih medali pertama dari speed skating, atlet Swiss sabet 3 emas

3 hours ago 3

Milan (ANTARA) - Atlet China Ning Zhongyan meraih medali perunggu di cabang olahraga seluncur cepat (speed skating) nomor 1.000 meter putra dan itu merupakan persembahan medali pertama bagi China di cabang es pada ajang Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026.

Sementara itu, atlet Swiss Franjo von Allmen merebut medali emas di super-G putra, yang menjadikannya atlet putra ski alpin (alpine skiing) ketiga dalam sejarah yang menyabet tiga medali emas sekaligus dalam satu edisi Olimpiade Musim Dingin.

Untuk mengamankan kemenangan Olimpiade pertamanya, Ning mencatatkan waktu 1 menit 7,34 detik, rekor terbaiknya di ketinggian rendah pada musim ini. Jordan Stolz dari Amerika Serikat (AS) meraih emas dengan catatan waktu 1 menit 6,28 detik, memecahkan rekor Olimpiade sebelumnya yang dicetak oleh atlet Belanda Gerard van Velde di Salt Lake City 2002. Stolz finis dengan selisih 0,5 detik lebih cepat dari peraih medali perak asal Belanda, Jenning de Boo.

Von Allmen (24) menambahkan koleksi medali emasnya di super-G setelah sebelumnya menyabet emas di nomor downhill dan kombinasi beregu (team combined).

Emas ketiganya didapat dengan catatan waktu kemenangan 1 menit 25,32 detik. Dia bergabung dengan Toni Sailer dari Austria (1956) dan Jean-Claude Killy dari Prancis (1968) sebagai atlet ski alpin putra yang berhasil meraih tiga medali emas dalam satu edisi Olimpiade.

Peraih medali emas Franjo von Allmen dari Swiss memamerkan medalinya saat upacara penghargaan untuk cabang olahraga ski Alpen Super-G putra di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 di Bormio, Italia, 11 Februari 2026. (Xinhua/Yan Linyun)

Di cabang olahraga luge, Italia merayakan prestasi bersejarah di nomor ganda, dengan meraih gelar juara di nomor ganda putri dan kemudian menambahkan medali emas di nomor ganda putra.

Pada nomor ganda putri, pasangan juara Andrea Voetter dan Marion Oberhofer mencatatkan waktu 1 menit 46,284 detik, mengalahkan pasangan Jerman Dajana Eitberger dan Magdalena Matschina dengan selisih 0,120 detik, sementara pasangan Austria Selina Egle dan Lara Michaela Kipp meraih tempat ketiga.

Pasangan China Gulijienaiti Adikeyoumu dan Zhao Jiaying finis di posisi kedelapan.

Atlet Prancis Julia Simon merayakan kemenangannya setelah pertandingan individu 15km biathlon putri di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 di Anterselva, Italia, 11 Februari 2026. (Xinhua/Jiang Han)

Di cabang ski gaya bebas (freestyle skiing), atlet Olimpiade debutan AS Elizabeth Lemley (20) berhasil meraih medali emas untuk moguls putri setelah juara bertahan Australia, Jakara Anthony, mengalami kecelakaan dan gagal menyelesaikan luncuran (run) final.

Anthony, yang menjadi qualifier teratas, meraih 83,96 poin di final pertama, tetapi kehilangan kendali setelah lompatan pembukaannya dan berakhir dengan 60,81 poin di final kedua. Lemley mencetak 82,30 poin untuk meraih kemenangan, sementara rekan setimnya, Jaelin Kauf, meraih perak. Perrine Laffont dari Prancis meraih perunggu.

Di cabang biathlon, atlet Prancis Julia Simon berhasil mengatasi satu kegagalan saat posisi berdiri (single standing miss) sehingga memenangkan pertandingan nomor individu 15 kilometer putri dengan catatan waktu 41 menit 15,6 detik, sedangkan rekan setimnya, Lou Jeanmonnot, meraih medali perak.

eraih medali emas Jens Luraas Oftebro (tengah) dari Norwegia, peraih medali perak Johannes Lamparter (kiri) dari Austria, dan peraih medali perunggu Eero Hirvonen dari Finlandia berfoto selfie saat upacara penghargaan cabang olahraga Nordic Combined Individual Gundersen Normal Hill/10km pada Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 di Tesero, Italia, 11 Februari 2026. (Xinhua/Peng Ziyang)

Lora Hristova dari Bulgaria tampil gemilang di semua empat etape dan berhasil meraih medali perunggu pertamanya di ajang internasional besar. Meng Fanqi dari China finis di posisi ke-26, yang menandai pencapaian terbaik dalam kariernya di pesta olahraga besar sekaligus hasil Olimpiade terbaik China di cabor biathlon sejak 2010.

Di cabang olahraga ski Nordik (Nordic skiing), atlet Norwegia Jens Luraas Oftebro memenangkan nomor kombinasi normal hill putra dengan waktu 29 menit 59,4 detik, unggul satu detik dari juara Piala Dunia Johannes Lamparter dari Austria.

Andrea Voetter (kiri)/Marion Oberhofer dari Italia merayakan kemenangan setelah babak kedua luge ganda putri di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 di Cortina, Italia, 11 Februari 2026. (Xinhua/Ding Xu)

Juara bertahan Chloe Kim dari AS memimpin kualifikasi snowboard nomor halfpipe putri dengan skor 90,25. Atlet China yang juga telah lima kali berpartisipasi di Olimpiade, Cai Xuetong, finis di posisi kelima dengan skor 83,00 dan lolos ke babak selanjutnya.

Atlet snowboard China lainnya, Liu Jiayu, peraih medali perak Olimpiade PyeongChang 2018, mengalami kecelakaan parah saat melakukan lompatan terakhir dan dilarikan ke rumah sakit. Tim snowboard China kemudian mengonfirmasi bahwa sang atlet tidak mengalami kelainan tulang belakang dan kondisinya tetap stabil.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |