Beijing (ANTARA) - Asosiasi Sepak Bola China (CFA) pada Kamis (21/5) mengumumkan gelombang sanksi ketiga terkait pengaturan pertandingan, perjudian, dan pelanggaran lainnya dalam sepak bola Tiongkok.
Sanksi diberijan dalam bentuk larangan seumur hidup dalam aktivi5as terkait sepak bola kepada 17 individu dan memberlakukan pengurangan enam poin tambahan pada Klub Sepak Bola Meizhou Hakka.
Menurut CFA, 17 orang yang divonis bersalah oleh pengadilan China tersebut dijatuhi sanksi larangan seumur hidup dari segala aktivitas yang berkaitan dengan sepak bola, sementara 48 praktisi lainnya menerima sanksi larangan lima tahun atau kurang atas pelanggaran serius terhadap disiplin industri.
Sanksi tersebut ditetapkan berdasarkan sejumlah faktor seperti sifat pelanggaran mereka, jumlah uang yang dilibatkan, frekuensi pelanggaran, dan tingkat niat jahat.
CFA juga mengumumkan bahwa Meizhou Hakka, tim yang berlaga di kompetisi kasta kedua sepak bola China (China League One), akan diganjar pengurangan enam poin tambahan pada musim 2026 dan didenda 800.000 yuan (1 yuan = Rp2.598) atau sekitar 117.600 dolar AS (1 dolar AS = Rp17.685).
"Berdasarkan berkas putusan pengadilan pidana yang baru diterima, Meizhou Hakka FC diketahui terlibat dalam pelanggaran regulasi dan disiplin serius lainnya," urai CFA dalam sebuah pernyataan.
Beberapa pihak yang menerima sanksi larangan seumur hidup tersebut antara lain mantan general manager Shenzhen FC Ding Yong, mantan general manager Inner Mongolia Zhongyou FC Shi Yaoyong, dan mantan general manager Meizhou Hakka FC Cao Yang.
Pihak-pihak yang dijatuhi sanksi larangan selama lima tahun atau kurang mencakup mantan general manager Guangzhou Evergrande FC Gao Han, eks vice chairman Guangzhou R&F FC Huang Shenghua, mantan general manager Shandong Taishan FC Sun Hua, mantan general manager Beijing Guoan FC Li Ming, mantan general manager Zhejiang Greentown FC Jiao Fengbo, dan mantan general manager Henan Jianye FC Guo Guangqi.
CFA mendesak klub, asosiasi anggota, dan praktisi sepak bola agar "mengambil pelajaran berharga dari kasus-kasus tersebut, tetap waspada setiap saat, menghormati aturan dan prinsip-prinsip dasar, dan secara tegas memberantas pengaturan skor, perjudian, dan transaksi tidak wajar lainnya yang merusak kompetisi yang adil."
CFA sebelumnya telah menjatuhkan dua batch sanksi disipliner pada September 2024 dan Januari 2026, dengan lebih dari 100 orang menerima hukuman larangan seumur hidup dan 10 lebih klub dikenai denda.
Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































