Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kenaikan margin fee menjadi 7 persen bentuk dukungan Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pemerintah untuk memperkuat peran Bulog dalam menjaga cadangan beras pemerintah demi swasembada pangan berkelanjutan.
"Kegiatan kita ini kan diawali dengan doa bersama. Maksud kami itu kegiatan doa itu sebagai rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan, kepada Allah SWT, (karena pemerintah) telah menaikkan margin fee bagi Bulog jadi 7 persen," kata Rizal di Jakarta, Senin malam.
Dia menyampaikan hal itu usai Tasyakuran dan Doa Bersama yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim piatu, sebagai wujud syukur atas terbitnya Peraturan Badan Pangan Nasional terkait Penetapan Margin Atas Penugasan Penyelenggaraan Cadangan Beras Pemerintah yang digelar seluruh jajaran Bulog pusat.
Rizal menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang memberikan dukungan penuh terhadap penguatan Bulog sehingga kebijakan kenaikan margin fee dapat diwujudkan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Ia juga mengapresiasi dukungan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto beserta seluruh anggota legislatif yang selama ini menjadi mitra strategis Bulog.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberi keterangan kepada awak media di Jakarta, Senin (3/8/2026) malam. ANTARA/HariantoMenurut Rizal, doa bersama menjadi simbol penghormatan kepada Tuhan sekaligus ungkapan terima kasih atas kepercayaan pemerintah yang kembali diberikan kepada Bulog melalui kenaikan margin fee.
Ia mengatakan kenaikan margin fee menjadi 7 persen merupakan penghargaan pemerintah terhadap berbagai upaya Bulog dalam menjalankan penugasan menjaga cadangan beras serta mendukung swasembada pangan nasional.
"Intinya dengan diberikan kenaikan margin fee jadi 7 persen, itu tuh kita dikasih rezeki. Jadi upaya kita yang selama ini, dikasih reward, penghargaan dari pemerintah. Ini kan reward dari pemerintah," ujar Rizal.
Adapun pemerintah telah menetapkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 tanggal 29 Juli 2026 yang secara resmi memberikan penyesuaian margin penugasan kepada Bulog menjadi 7 persen atau setara Rp970 per kg beras meningkat signifikan dibandingkan skema sebelumnya yang hanya sekitar Rp50 per kg beras.
Menurut Rizal, kenaikan margin fee menjadi rezeki sekaligus penghargaan atas kerja keras seluruh insan Bulog dalam mendukung keberhasilan pemerintah memperkuat swasembada pangan Indonesia.
Ia menuturkan capaian penyerapan gabah petani setara beras hingga awal Agustus telah melampaui 3,5 juta ton dari target 4 juta ton sepanjang 2026, sehingga menjadi fondasi penting menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.
Selain kenaikan margin fee, Bulog juga memperoleh dukungan melalui penurunan bunga pinjaman perbankan dari 8 persen menjadi 5 persen sehingga beban pembiayaan perusahaan semakin ringan.
Rizal menjelaskan skema tersebut membuat 3 persen bunga ditanggung Bulog, sedangkan 2 persen disubsidi pemerintah sehingga efisiensi biaya perusahaan meningkat secara signifikan.
"Suku bunga pinjaman bank turun dari 8 persen menjadi 5 persen. Dimana dari 5 persen itu, 3 persen di antaranya dicicil Bulog, sedangkan yang 2 persen disubsidi oleh pemerintah. Itu kan syukur sekali, kita bersyukur sekali," ucap Rizal.
Baca juga: Dirut Bulog: "Margin Fee" 7 persen perkuat layanan pangan nasional
Baca juga: Zulhas: Kenaikan "margin fee" bagi Bulog agar ada beras satu harga
Menurutnya, penurunan bunga pinjaman mampu menghemat pembayaran bunga bank lebih dari Rp1,07 triliun sehingga memperkuat kemampuan Bulog menjalankan berbagai penugasan pemerintah secara optimal.
Dengan dukungan kebijakan tersebut, Bulog optimistis mampu membukukan neraca positif sekitar Rp1,14 triliun pada akhir tahun sebagai cerminan kinerja perusahaan yang semakin sehat.
Ia memastikan tambahan margin tidak hanya memperkuat kondisi keuangan perusahaan, tetapi juga akan dikembalikan kepada masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan dan mutu beras Bulog.
"Kami akan meningkatkan pemeliharaan dan perawatan beras-beras Bulog sehingga beras yang disalurkan kepada rakyat adalah beras yang terbaik dan berkualitas," ucap Rizal.
Bulog juga akan meningkatkan dukungan operasional bagi petugas gudang dan lapangan, termasuk melakukan renovasi serta optimalisasi sarana gudang perusahaan BUMN itu agar pelaksanaan penugasan pemerintah semakin efektif.
Menurut Rizal, pemeliharaan dan perawatan beras akan terus diperkuat sehingga masyarakat menerima beras Cadangan Beras Pemerintah dengan kualitas terbaik sesuai komitmen pelayanan Bulog.
Ia menegaskan Bulog akan memanfaatkan kepercayaan pemerintah sebagai motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga kualitas layanan, dan memperkuat peran dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
"Bulog pasti akan meningkatkan kualitas dan pelayanan kepada masyarakat yang terbaik, yaitu dengan meningkatkan dukungan operasional kepada gudang-gudang termasuk yang di daerah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan)," katanya.
Baca juga: Bulog usul "margin fee" naik 10 persen usai perkuat swasembada di 2025
Baca juga: Bulog ajak mitra penggilingan padi tingkatkan standar pengolahan
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































