- Kamis, 14 Mei 2026 13:17 WIB
Seorang petani Fandi Johar mengecek kualitas buah melon jenis sweet lavender yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik modern di Kelurahan Gambesi, Ternate, Maluku Utara, Kamis (14/5/2026). Budi daya melon hidroponik dengan luas lahan sekitar 180 meter persegi tersebut mampu menampung sekitar 560 pohon melon dan menghasilkan 300 kilogram buah melon per 70 hari sekali panen yang dipasarkan melalui sistem agrowisata dengan harga Rp50 ribu per kilogram, serta diharapkan menjadi solusi urban farming dalam mendukung ketahanan pangan. ANTARAFOTO/Andri Saputra/wsj.
Seorang petani Fandi Johar mengecek kualitas buah melon jenis sweet lavender yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik modern di Kelurahan Gambesi, Ternate, Maluku Utara, Kamis (14/5/2026). Budi daya melon hidroponik dengan luas lahan sekitar 180 meter persegi tersebut mampu menampung sekitar 560 pohon melon dan menghasilkan 300 kilogram buah melon per 70 hari sekali panen yang dipasarkan melalui sistem agrowisata dengan harga Rp50 ribu per kilogram, serta diharapkan menjadi solusi urban farming dalam mendukung ketahanan pangan. ANTARAFOTO/Andri Saputra/wsj.
Seorang petani Fandi Johar merawat tanaman melon jenis sweet lavender yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik modern di Kelurahan Gambesi, Ternate, Maluku Utara, Kamis (14/5/2026). Budi daya melon hidroponik dengan luas lahan sekitar 180 meter persegi tersebut mampu menampung sekitar 560 pohon melon dan menghasilkan 300 kilogram buah melon per 70 hari sekali panen yang dipasarkan melalui sistem agrowisata dengan harga Rp50 ribu per kilogram, serta diharapkan menjadi solusi urban farming dalam mendukung ketahanan pangan. ANTARAFOTO/Andri Saputra/wsj.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































