BRIN gagas ekonomi sirkular biru untuk Kampung Nelayan Merah Putih

1 week ago 4
Bagaimana kita bisa menciptakan sistem yang bisa kita turunkan, yang bisa berputar terus untuk meminimumkan limbah yang selama ini menjadi masalah yang nggak ada nilai ekonominya menjadi bernilai ekonomi

Jakarta (ANTARA) - Peneliti Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andrian Ramadhan menggagas penerapan konsep ekonomi sirkular biru guna menghadirkan nilai tambah yang inovatif di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Dalam pemaparannya pada diskusi di Jakarta, Kamis, Andrian menjelaskan bahwa wilayah pesisir dan sentra perikanan saat ini menghadapi krisis lingkungan akibat penumpukan berbagai jenis limbah yang tidak tertangani dengan baik.

"Bagaimana kita bisa menciptakan sistem yang bisa kita turunkan, yang bisa berputar terus untuk meminimumkan limbah yang selama ini menjadi masalah yang nggak ada nilai ekonominya menjadi bernilai ekonomi," katanya.

Andrian menyebut tumpukan limbah di pesisir tersebut sangat beragam, mulai dari sampah plastik, sisa limbah organik perikanan yang membusuk, bubu yang rusak, hingga alat tangkap jaring yang tertinggal atau ditinggalkan begitu saja di laut.

Baca juga: Airlangga: Ekonomi biru berpotensi ciptakan jutaan lapangan kerja

Ia menilai esensi modernisasi dalam Program KNMP harus diarahkan untuk mengubah masalah sampah lingkungan tersebut menjadi sebuah peluang industri baru yang menguntungkan nelayan.

Andrian mencontohkan beberapa perwujudan dari ekonomi sirkular yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas utama di KNMP, seperti pengolahan cangkang rajungan menjadi produk turunan bernilai tinggi layaknya chitosan.

Selain itu sisa limbah ikan perikanan yang tidak memenuhi standar mutu jual dapat diolah secara terpadu melalui fasilitas KNMP menjadi produk pakan ternak mandiri yang bisa menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.

Baca juga: RI kenalkan KNMP sebagai model ekonomi biru ke delegasi ASEAN

Bahkan persoalan sampah plastik yang banyak mencemari pelabuhan dan pesisir juga berpeluang untuk dikonversi menjadi sumber energi atau bahan bakar alternatif perahu nelayan melalui pemanfaatan teknologi pirolisis.

Menurut Andrian, strategi diversifikasi pendapatan melalui penciptaan sektor industri pengolahan limbah ini jauh lebih rasional untuk diterapkan dibandingkan memaksa nelayan untuk terus memacu jumlah hasil tangkapan di tengah kondisi laut yang kian kritis.

"Sehingga fokusnya menciptakan hal-hal yang baru yang tadinya nggak ada, daripada kita sesak di permainan yang sudah ada. Misalkan kita fokus menambah hasil perikanan, padahal memang kadang-kadang kita di beberapa tempat sumber daya perikanannya sudah susah," ujar Andrian Ramadhan.

Baca juga: KKP siapkan 200 Kampung Nelayan Merah Putih di Papua

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |