Martapura (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, mengimbau warga di daerah itu untuk waspada serangan buaya saat beraktivitas di aliran sungai.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Timur Budi Widiyanto di Martapura, Senin, mengatakan peringatan tersebut dikeluarkan setelah kemunculan seekor buaya di Bendungan Perjaya, Desa Keromongan, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, pada Jumat 29 Mei 2026.
Menurut kesaksian warga setempat, fenomena kemunculan satwa liar ini bukan yang pertama kali terjadi dalam pekan lalu.
Baca juga: BKSDA Sumsel catat 23 kali manusia berkonflik dengan harimau
"Diduga kuat bahwa terdapat lebih dari satu ekor buaya yang berkeliaran di sekitar lokasi tersebut," katanya.
Menurutnya, aliran Sungai Komering memang dikenal memiliki karakteristik ekosistem yang luas dan masih asri, sehingga menjadikannya sebagai salah satu habitat asli reptil besar.
Oleh sebab itu, kata dia, masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan menghindari melakukan aktivitas di sungai, terutama di sekitar bendungan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Para orang tua juga diminta untuk dapat mengawasi anak-anak mereka yang sering mandi dan bermain di aliran sungai serta bendungan, agar terhindar dari serangan buaya.
Baca juga: Tim gabungan menghentikan pencarian korban terkaman buaya di Banyuasin
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan untuk segera dilakukan penangkapan," tegasnya.
Sementara itu Rangga, salah seorang warga setempat, mengaku kemunculan reptil tersebut mulai memicu kecemasan di tengah masyarakat, karena Sungai Komering masih menjadi urat nadi aktivitas harian warga, mulai dari MCK hingga mencari nafkah.
"Kami berharap instansi terkait yang berwenang dalam penanganan satwa liar dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan mitigasi sebelum menimbulkan korban jiwa," harapnya.
Baca juga: Warga Banyuasin diimbau tidak memancing sore dan malam hari
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































