BPBD Rejang Lebong evakuasi material tanah longsor di jalur mudik

19 hours ago 4
Alhamdulillah...Saat ini di titik lokasi longsor sudah bisa dilalui kendaraan jenis mobil maupun sepeda motor secara bersamaan atau dua lajur

Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, berhasil mengevakuasi material tanah longsor di jalur mudik Lebaran, tepatnya di kawasan Desa Taba Padang, Kecamatan Binduriang.

Kepala Pelaksana BPBD Rejang Lebong Shalahuddin saat dihubungi di Rejang Lebong, Kamis, mengatakan tanah longsor tersebut terjadi pada 17 Maret 2025 lalu dan Rabu (2/4) kemarin terjadi longsor susulan kendati tidak menutup jalan, tetapi membuat badan jalan menyempit sehingga terjadi kemacetan lalu lintas yang cukup panjang.

"Alhamdulillah, material tanah longsor berupa tanah merah ini sekitar pukul 14.30 WIB tadi sudah berhasil kami singkirkan. Saat ini di titik lokasi longsor sudah bisa dilalui kendaraan jenis mobil maupun sepeda motor secara bersamaan atau dua lajur," kata dia.

Shalahuddin menjelaskan proses evakuasi material tanah longsor tersebut menggunakan satu alat berat milik BPBD Rejang Lebong jenis loader, dengan dibantu oleh petugas TNI, Polri, Dinas PUPR Rejang Lebong, Balai Jalan Provinsi Bengkulu, para relawan BPBD, serta masyarakat Desa Taba Padang.

Baca juga: BPBD Rejang Lebong siagakan alat berat di jalur mudik Bengkulu-Sumsel

Proses pembersihan bekas material tanah longsor dan pembukaan badan jalan nasional tersebut, kata dia, dilaksanakan sejak 07.40 WIB hingga 14.30 WIB. Pada proses evakuasi material longsor dikawal petugas TNI Polri, karena kendaraan yang akan lewat dilakukan dengan sistem buka tutup hingga pembersihan selesai.

Menurut dia, tanah longsor yang terjadi di Desa Taba Padang ini akibat tingginya curah hujan yang turun di wilayah itu, sehingga tebing setinggi 20 meter di lokasi ini longsor. Akibat kejadian itu Jalan Lintas Bengkulu-Sumsel atau Jalan Lintas Curup-Kota Lubuklinggau sempat lumpuh total hingga tujuh jam.

"Saat kejadian pertama pada 17 Maret 2025 lalu sempat menyebabkan satu kendaraan boks terjebak oleh timbunan material longsor sepanjang 150 meter dengan ketebalan 3 meter, beruntung dalam kejadian itu tidak memakan korban jiwa dan kendaraannya berhasil dievakuasi beberapa jam kemudian," terangnya.

Baca juga: BPBD: Tujuh kecamatan di Rejang Lebong rawan bencana tanah longsor

Kasat Lantas Polres Rejang Lebong AKP Wiyanto menyatakan pihaknya melakukan sistem buka tutup di jalur mudik yang terkena longsor, dimana petugas mengatur kendaraan yang datang dari arah Kota Lubuklinggau, Sumsel, menuju Bengkulu bergantian dengan kendaraan yang datang dari arah sebaliknya.

"Situasi di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, tepatnya di lokasi longsor Desa Taba Padang, Kecamatan Binduriang saat ini sudah bisa dilalui kendaraan di dua lajur," kata AKP Wiyanto.

Petugas Polres Rejang Lebong, tambah dia, selain melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi titik longsor juga mengawal kendaraan pengangkut BBM yang datang dari Kota Lubuklinggau guna didistribusikan ke kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.

Baca juga: BPBD: Jalan provinsi dan negara di Rejang Lebong terkena longsor

Pewarta: Nur Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |