Kendari (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengerahkan personel untuk membantu membersihkan rumah warga yang masih digenangi lumpur pascabanjir melanda daerah tersebut.
Kepala BPBD Kota Kendari Cornelius Padang saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan pembersihan sisa lumpur sebagai langkah cepat usai status darurat bencana ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.
"Jika masyarakat masih butuh bantuan membersihkan rumah, kami langsung turun tangan," kata Cornelius Padang.
Ia menyampaikan meski cuaca telah membaik dalam dua hari terakhir, kendala utama di lapangan adalah endapan lumpur tebal yang menyertai genangan air masih merendam rumah warga. BPBD sendiri menurunkan 59 personel berpatroli membantu membersihkan sisa genangan lumpur pascabanjir.
"Kami tidak berdiam di posko. Kami "mobile" ke masyarakat, daerah yang sudah bersih kami ceklis, lalu kami bergeser ke lokasi yang masih memerlukan penanganan," ujarnya.
Cornelolius Padang mengatakan dari 18 titik lokasi terdampak banjir di Kendari hingga kini tersisa tujuh lokasi yang masih memerlukan penanganan intensif.
Daerah yang masih terendam air dan lumpur seperti bantaran Kali Wanggu, Belakang Rumah Sakit Hermina, beberapa RT di Kecamatan Kambu, wilayah Anduonohu, hingga perumahan dekat kantor lurah Lepo-lepo.
"Ada yang genangannya setinggi betis, ada yang setinggi mata kaki. Kami pastikan personel tetap siaga sampai kondisi benar-benar clear," ungkap Cornelius Padang.
Ia mengatakan kondisi lumpur tebal menjadi kendala para petugas, sehingga BPBD berkoordinasi dengan dinas pemadam dalam pembersihan di rumah warga yang terdampak.
"Masalahnya karena air yang masuk bukan air jernih, tapi bercampur lumpur. Jadi pembersihannya memerlukan waktu dan tenaga," ungkapnya..
Ia menambahkan, BPBD telah membangun Posko Komando Induk yang berpusat di wilayah Kali Wanggu. Meski posko fisik tersedia, petugas di lapangan lebih banyak menerapkan sistem mobile atau bergerak langsung ke titik-titik bencana.
Selain itu, untuk mempercepat proses pemulihan, sebanyak kurang lebih 1.000 personel gabungan telah diterjunkan ke lapangan. Kekuatan ini terdiri dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Kesehatan dan pihak Rumah Sakit.
"Dukungan penuh juga datang dari instansi vertikal dengan rincian personel sebagai berikut: Polresta Kendari, 35 Personel, Kodim 32 Personel, Lanal 15 Personel hingga Lanud 15 Personel," tambahnya.
Baca juga: BPBD catat 1.967 jiwa dan 570 rumah terdampak banjir di Kolaka
Baca juga: BPBD: 657 rumah terendam dan 2.985 warga terdampak banjir di Kendari
Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































