Kabupaten Bogor (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mencatat banjir merendam delapan desa di tiga kecamatan pada Sabtu petang akibat meluapnya sejumlah aliran sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani di Bogor, Sabtu, mengatakan wilayah yang paling banyak terdampak berada di Kecamatan Cigudeg dengan enam desa terdampak banjir.
“Di Kecamatan Cigudeg terdapat enam desa terdampak, yakni Desa Cintamanik, Argapura, Bangun Jaya, Rengasjajar, Tegalega, dan Batujajar,” kata Adam.
Ia menjelaskan, banjir di wilayah Cigudeg diduga disebabkan meluapnya aliran Kali Tipar, Kali Cipangaur, dan Kali Kadaung setelah curah hujan meningkat.
Baca juga: TNI hijaukan titik rawan longsor cegah bencana di Bener Meriah, Aceh
Selain Cigudeg, banjir juga terjadi di Kecamatan Jasinga tepatnya di Desa Cibarengkok serta Kecamatan Rumpin yang meliputi Desa Kampung Sawah dan Desa Leuwibatu.
Menurut Adam, banjir di Desa Kampung Sawah diduga terjadi akibat tersumbatnya aliran kali di wilayah tersebut, sementara di Desa Leuwibatu disebabkan meluapnya Sungai Citempuhan.
BPBD bersama aparat kecamatan, desa, serta relawan terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak guna memastikan keselamatan warga.
Ia menyebutkan, kondisi banjir di Kecamatan Cigudeg saat ini mulai berangsur surut, namun petugas tetap bersiaga mengantisipasi kemungkinan hujan susulan yang dapat memicu banjir kembali.
“Untuk Cigudeg saat ini sudah mulai surut, tetapi kami tetap melakukan pemantauan karena potensi hujan masih ada,” ujarnya.
BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan segera melapor apabila terjadi kondisi darurat.
Baca juga: Bupati salurkan jadup tahap II untuk penyintas banjir Aceh Utara
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































