BP3MI telusuri perekrut warga Parigi Moutong di Jakarta

2 hours ago 3

Palu (ANTARA) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah menelusuri pihak yang merekrut calon pekerja migran asal Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang saat ini berada di Jakarta.

"Saat ini kami lakukan penelusuran terhadap pihak yang telah melakukan rekrutmen terhadap yang bersangkutan sampai berada ke Jakarta," kata Kepala BP3MI Sulawesi Tengah Mustaqim Ode Musnal saat dihubungi di Palu, Rabu.

Mustaqim mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Parigi Moutong untuk memastikan apakah perekrut tersebut berhubungan dengan perusahaan resmi atau pihak lainnya.

"Kami sudah mendapatkan identitas pelaku rekrutmen," ungkapnya.

BP3MI Sulawesi Tengah juga telah berkoordinasi dengan BP3MI Jakarta karena calon pekerja migran tersebut saat ini berada di Jakarta.

Mustaqim mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan calon pekerja tersebut serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mendampingi dan menampungnya selama berada di Jakarta.

"Kami sudah arahkan untuk membuat laporan di BP3MI Jakarta, tapi sampai saat ini kami belum mendapatkan laporan perkembangan. Apakah yang bersangkutan sudah melapor atau belum," katanya.

Sebelumnya, seorang warga Kecamatan Moutong bernama Febriani disebut mendapat tawaran bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab.

Setibanya di Jakarta, Febriani dijemput seseorang yang mengaku sebagai utusan perusahaan penyedia tenaga kerja yang bertugas membantu calon pekerja selama berada di Jakarta.

Namun, Febriani bersama sejumlah calon pekerja lainnya kemudian ditempatkan di sebuah kamar kos di Jakarta tanpa mendapatkan kepastian mengenai keberangkatan mereka ke Dubai.

Kasus tersebut juga mendapat perhatian anggota DPD RI Andhika Mayrizal Amir yang meminta pemerintah dan aparat penegak hukum menindaklanjuti dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap warga Parigi Moutong tersebut.

Senator daerah pemilihan Sulawesi Tengah itu mengatakan informasi tersebut perlu ditindaklanjuti secara cepat dan menyeluruh karena menyangkut keselamatan warga yang hendak bekerja di luar negeri.

Baca juga: Senator minta dugaan TPPO warga Parigi Moutong diusut

Baca juga: DPR: Penindakan "pengantin pesanan" selamatkan martabat bangsa

Baca juga: Komisi XIII buka peluang bentuk badan khusus tangani masalah TPPO

Pewarta: Fauzi
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |