Batang, Jateng (ANTARA) - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menilai prospek rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan industri sangat bagus.
"Saya kira sangat bagus, kalau kita lihat profiling-nya yang akses rumah subsidi dari sisi profesi 74 persennya buruh atau pekerja swasta," ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho di Batang, Jawa Tengah, Jumat.
BP Tapera, kata Heru, juga telah berdialog dengan Bupati Batang Faiz Kurniawan terkait rumah subsidi di kawasan industri, misalkan kawasan industri memiliki lahan apakah bisa dikerjasamakan dengan pengembang untuk membangun hunian vertikal subsidi.
"Jadi ini prospeknya juga sangat bagus bagaimana kita juga sudah dialog dengan Bupati Batang terkait kawasan industri. Misalkan kawasan industri itu punya tanah, bisa nggak kerja sama sama developer untuk didirikan hunian vertikal," ujarnya.
Sebagai informasi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa buruh adalah kelompok profesi terbanyak yang memanfaatkan alokasi rumah tapak bersubsidi pada tahun lalu.
Ara mengatakan hal ini membuktikan bahwa para buruh melihat bahwa rumah itu juga sebagai hal yang penting, yang utama, selain sandang dan pangan.
Baca juga: BP Tapera: Rumah subsidi diminati oleh generasi milenial dan Gen Z
Baca juga: BP Tapera: Realisasi FLPP per 23 Juli 2026 capai 111.537 unit rumah
Ia menuturkan, menurut data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), pemerintah menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi 278.868 unit rumah sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, porsi pemanfaatan oleh buruh mencapai 66 ribu unit.
Ia pun mengapresiasi langkah masyarakat yang mulai menyadari perlunya mempersiapkan rumah tinggal sejak jauh-jauh hari.
Ia berharap penyaluran FLPP maupun produk pembiayaan rumah subsidi lainnya pada tahun ini dapat meningkat.
Untuk tahun ini, ia mengatakan salah satu wilayah pengembangan perumahan yang dipersiapkan bagi para buruh adalah di kawasan Meikarta, Lippo Cikarang, Jawa Barat.
Ia menyatakan bahwa saat ini sudah mulai dibangun rumah susun subsidi di area tersebut dan menargetkan untuk dapat mulai dilakukan akad pembelian pada akhir tahun ini.
Ara menyampaikan pengembangan perumahan bersubsidi di Meikarta dengan total 141 ribu unit tersebut berjalan di tiga lokasi dengan luas total 30 hektare yang merupakan tanah hibah dari Lippo Group.
Baca juga: Menteri PKP: Realisasi KPP untuk sisi suplai capai Rp6,94 triliun
Baca juga: PKP: Danantara siap bangun rusun subsidi di lahan hibah Meikarta
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































