Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang, hingga lebat, yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Senin.
Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, Senin, Prakirawan Afif menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang dari Laut Banda, Maluku bagian selatan hingga tenggara di Laut Arafura.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.
Baca juga: Jakarta diperkirakan hujan pada Senin sore hingga malam
Oleh karena itu pihaknya memprakirakan beberapa kota besar akan berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, yakni di wilayah Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Kupang (NTT), Mamuju (Sulawesi Barat), dan Kendari (Sulawesi Tenggara).
Sementara itu beberapa kota besar lainnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu wilayah Padang (Sumatera Barat), Palembang (Sumatera Selatan), Pangkal Pinang (Kepulauan Babel), Bandar Lampung, Serang (Banten), Semarang (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur), Yogyakarta (DIY), Palangka Raya (Kalimantan Tengah), Manado (Sulawesi Utara) , Makassar (Sulawesi Selatan) , Ambon (Maluku), Nabire (Papua Tengah), Jayawijaya (Papua Pegunungan), Jayapura (Papua) dan Merauke (Papua Selatan).
Adapun beberapa kota besar yang lain diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini, diantaranya wilayah Banda Aceh (Aceh), Medan (Sumatera Utara), Pekanbaru (Riau), Tanjung Pinang (Kepri), Jambi, Bengkulu, Jakarta, Bandung (Jawa Barat), Pontianak (Kalimantan Barat), Mataram (NTB), Gorontalo, Ternate (Maluku Utara), Sorong (Papua Barat Daya), dan Manokwari (Papua Barat).
Baca juga: BMKG: Waspada potensi hujan & gelombang pantai selatan Jateng hari ini
Baca juga: BMKG: Waspada banjir rob di pesisir NTT pada 22-24 Maret 2026
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































