Bhabinkamtibmas di Jawa Tengah dilatih jadi pelacak penderita TB

4 hours ago 1

Semarang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Jawa Tengah melatih Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) menjadi pelacak penderita tuberkulosis atau TB guna mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi penyakit menular tersebut.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Agung Hadi Wijanarko di Semarang, Sabtu, mengatakan bahwa penyelenggaraan pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Polda Jawa Tengah Peduli Berantas TB Paru.

Selain mendapat pelatihan, ia mengatakan, setiap Bhabinkamtibmas diberi buku saku pedoman pelacakan penderita TB.

Ia menyampaikan bahwa mobil dan motor operasional juga akan disiapkan untuk menjemput pasien TB yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Baca juga: Kemenkes optimalkan terapi tuberkulosis untuk cegah penularan kasus

Agung mengutip data Situasi Tuberkulosis Indonesia Tahun 2025 yang menunjukkan bahwa Jawa Tengah berada di peringkat ketiga dalam daftar provinsi dengan kasus TB paru banyak di Indonesia dengan jumlah penderita sebanyak 105.428 orang.

Menurut dia, ada lima daerah di Jawa Tengah yang angka kasus TB-nya tergolong banyak, yakni Kabupaten Brebes, Banyumas, Tegal, dan Cilacap serta Kota Semarang.

Ia mengatakan bahwa tingkat keberhasilan program penanganan TB di Indonesia masih berada pada angka 86 persen dan angka penemuan kasus barunya masih sekitar 77 persen.

Oleh karena itu, Bhabinkamtibmas dilatih menjadi pelacak penderita TB untuk membantu menemukan kasus lebih dini, melakukan edukasi kepada masyarakat, serta memastikan penderita mendapatkan pengobatan yang tepat.

"Penanganan kasus TB perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor," kata Agung.​​

Baca juga: DKI telah temukan 20 ribu lebih penderita TBC

Baca juga: Pemerintah targetkan renovasi 8.000 rumah pasien tuberkulosis

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |