Istanbul (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Washington sengaja menahan diri untuk tidak menargetkan militer Iran, dengan alasan bahwa perang-perang sebelumnya telah menunjukkan bahaya menghancurkan institusi dan angkatan bersenjata suatu negara.
Trump mengatakan AS tidak akan mengganggu militer, meskipun melakukan serangan terhadap elemen-elemen lain dari kepemimpinan Iran.
“Orang-orang akan terkejut mendengar itu, karena kesalahan telah terjadi dalam perang di mana Anda memusnahkan semua orang, dan kemudian Anda memiliki negara yang selama 40 tahun tidak pernah dapat dibangun kembali,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Sabtu (30/5).
Trump merujuk Irak sebagai contoh dari apa yang ia gambarkan sebagai pendekatan AS yang gagal dalam konflik-konflik sebelumnya.
“Lihatlah apa yang terjadi dengan Irak; kita melakukannya dengan sangat buruk, itu adalah hal yang sangat bodoh,” katanya.
Ia juga mengulangi klaimnya bahwa Iran akan memiliki senjata nuklir jika AS tidak menyerang fasilitas nuklir Iran dengan pesawat pengebom B-2 pada Juni lalu.
Trump menambahkan bahwa ia "tidak terburu-buru" untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Teheran.
"Jika Anda terburu-buru, Anda tidak akan membuat kesepakatan yang baik," kata dia.
Trump pun menegaskan bahwa jaminan yang selalu ia tuntut dalam setiap perjanjian adalah Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.
"Satu jaminan yang harus saya miliki adalah bahwa tidak akan ada senjata nuklir - mereka telah menyetujuinya," kata Trump, meskipun para pejabat Iran belum mengkonfirmasi klausul tersebut dalam perjanjian.
"Perlahan tetapi pasti, saya pikir kita mendapatkan apa yang kita inginkan - dan jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, kita akan mengakhirinya dengan cara yang berbeda," ujar dia, menambahkan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Trump ingin perjelas transfer uranium dalam kesepakatan dengan Iran
Baca juga: Trump: AS 'perlahan tapi pasti' capai kesepakatan dengan Iran
Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































