Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menjalin kerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas dalam pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangan di Jakarta, Sabtu menyebutkan terdapat berbagai sumber zakat yang sangat potensial, seperti lembaga pemerintah, Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD), TNI-Polri, sektor usaha seperti pertanian, peternakan, perikanan, hingga sektor jasa, perdagangan, dan keuangan.
"Selain itu, potensi juga berasal dari zakat perusahaan, dana sosial keagamaan, serta zakat profesi dari kalangan tenaga kesehatan, akuntan, pengacara, hingga pekerja kreatif," katanya.
Sodik juga menyoroti besarnya potensi zakat dari diaspora Indonesia di luar negeri. Ia menilai penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kantor perwakilan RI di luar negeri merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan penghimpunan ZIS.
Oleh karena itu, ia menilai penggunaan DTSEN dalam hal ini menjadi penting agar dana ZIS dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran.
"Data ini mencakup kelompok masyarakat yang termasuk mustahik dan muzaki. Dengan izin akses data, hal ini merupakan aset yang luar biasa bagi fungsi Baznas dalam mobilisasi pendayagunaan Baznas," ujar Sodik Mudjahid.
Baca juga: Baznas nyatakan siap perkuat zakat nasional usai terima Keppres baru
Sementara, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan dukungannya terhadap Baznas, khususnya dalam pemanfaatan DTSEN untuk meningkatkan efektivitas pengumpulan dan pemerataan distribusi ZIS.
"Bappenas berupaya agar data yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa melanggar regulasi. Pemanfaatan DTSEN pada dasarnya boleh, integrasi data sangat mungkin dilakukan, sepanjang sesuai dengan tujuan dan dasar hukumnya jelas," lanjutnya.
Rachmat juga mengapresiasi kinerja Baznas yang dinilai sudah menunjukkan capaian positif. Namun demikian, ia menilai masih terdapat ruang untuk peningkatan, terutama dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional yang baru berhasil direalisasikan sekitar 10 persen dari total Rp327 triliun.
Ia menambahkan peningkatan tersebut perlu dilakukan secara bertahap. Ia menilai tidak realistis jika capaian langsung melonjak signifikan dalam waktu singkat, namun target jangka menengah tetap memungkinkan untuk dicapai.
"Dengan arahan Presiden, target lima tahun menuju sekitar Rp162 triliun sangat memungkinkan, mengingat potensi yang besar. Kami (Bappenas) mendukung Baznas untuk mencapai potensi ZIS demi kesejahteraan umat dan keberkahan bangsa," tutur Rachmat Pambudy.
Baca juga: Baznas ajak seluruh amil perkuat kinerja untuk maksimalkan dampak ZIS
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































