Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Kementerian Ketenagakerjaan memberi pelatihan dan penempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah sebagai komitmen mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.
Peluncuran Program tersebut dihadiri Pimpinan Baznas RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Mokhamad Mahdum bersama Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli dan Bupati Boyolali Agus Irawan di Kantor Bupati Boyolali, Jumat.
“Inilah yang Baznas dan Kemnaker upayakan bersama, membuka akses pelatihan, pendampingan, dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas,” ujar Mo Mahdum dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Baca juga: Kemnaker gelar seleksi kerja bagi penyandang disabilitas tuli
Mahdum menegaskan komitmen Baznas untuk terus berpihak kepada penyandang disabilitas agar dapat memperoleh hak dan kesempatan yang setara, termasuk dalam mengakses pelatihan serta kesempatan kerja yang layak.
Ada 34 Baznas provinsi di seluruh Indonesia, 514 Baznas Kota dan Kabupaten dan 204 lembaga amil zakat yang menegaskan komitmen ke arah tersebut.
Menurut dia, keterbatasan akses terhadap pelatihan keterampilan, rendahnya tingkat penerimaan di dunia kerja, serta minimnya lingkungan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas menjadi faktor utama yang memperlemah partisipasi angkatan kerja disabilitas.
“Kami meminta MoU antara Baznas dengan Kementerian Ketenagakerjaan diratifikasi. Kami meminta Baznas di seluruh Indonesia, baik kota, kabupaten maupun provinsi agar bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja setempat untuk mengalokasikan programnya bagi kaum difabel atau penyandang disabilitas,” kata dia.
Ia menegaskan Baznas akan terus mengoptimalkan pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki untuk kemaslahatan umat, termasuk memberikan perhatian kepada kelompok penyandang disabilitas.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai kolaborasi dengan Baznas ini memperkuat upaya pemerintah dalam memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Ia berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang dapat mengembangkan keterampilan dan terserap di dunia kerja.
“Ini adalah inisiatif yang luar biasa, ada satu amanat konstitusi ingin dan harus kita perjuangkan itu adalah setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Atas dasar itulah kami hadir di sini,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan baru saja dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan anggaran tambahan pelatihan untuk 270.000 orang.
Baca juga: Angin segar dari Jakarta bagi karier difabel
Baca juga: Gubernur Jateng ingatkan perusahaan serap tenaga kerja difabel
“Dengan adanya modalitas pelatihan seperti ini, saya yakin ini harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, dan ini adalah upaya kita untuk kemudian memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang,” ujarnya.
Bupati Boyolali Agus Irawan menyebut program kolaborasi tersebut menjadi dukungan bagi upaya daerah dalam meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas.
“Kabupaten Boyolali tidak hanya dikenal dengan penghasil susu dan wisata Merapi Merbabu, tapi Kabupaten Boyolali sebagai kabupaten yang inklusif. Jadi, kita benar-benar ingin mendorong semuanya, sehingga ada rasa kebersamaan, peluang yang sama bagi teman-teman semuanya, terutama penyandang disabilitas,” kata dia..
Dalam program tersebut, Baznas memberikan bantuan sebesar Rp250 juta kepada 25 penerima manfaat. Bantuan itu mendukung pelaksanaan program yang mencakup pelatihan keterampilan kerja, pendampingan intensif, hingga fasilitasi akses penempatan kerja.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































