Baznas dorong transformasi tata kelola ZIS di WaqfTech 2026 Malaysia

2 weeks ago 9

Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mewakili Indonesia mendorong penguatan sistem terpadu antara zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui transformasi digital dalam fundraising guna meningkatkan penghimpunan, serta memperluas dampak sosial bagi umat di tingkat global.

Hal tersebut disampaikan Deputi I Bidang Pengumpulan Baznas RI Arifin Purwakananta dalam forum Global WaqfTech Conference and Exhibition di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (12/4). Dalam forum internasional tersebut, Indonesia yang diwakili oleh Baznas RI menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem zakat dan wakaf berbasis teknologi.

"Indonesia percaya bahwa penguatan fundraising digital dapat menjadi solusi dalam meningkatkan penghimpunan zakat dan wakaf sekaligus memperluas dampak sosialnya, khususnya untuk mendukung berbagai program pemberdayaan, termasuk keberlanjutan pendidikan Islam," kata Arifin dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Sejalan dengan hal tersebut, Arifin menjelaskan, transformasi digital yang dilakukan mencakup pemanfaatan teknologi digital, penguatan sistem transparansi dan pelaporan, serta peningkatan pengalaman donatur.

"Langkah ini diharapkan mampu membangun kepercayaan publik sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Baznas RI buka opsi kolaborasi program kemanusiaan dengan STACO Libya

Lebih lanjut, ia juga menawarkan model integrasi antara zakat dan wakaf sebagai dua instrumen yang saling melengkapi dalam pembangunan sosial. Dengan demikian, keduanya dapat berjalan beriringan dalam menjawab berbagai tantangan sosial.

Ia menjelaskan zakat berperan sebagai solusi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sedangkan wakaf dikembangkan sebagai sumber pembiayaan jangka panjang.

"Dalam implementasinya, dana wakaf produktif diarahkan untuk pembangunan infrastruktur dan penguatan kelembagaan pendidikan, sedangkan zakat difokuskan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu," kata Arifin.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari peserta forum. Direktur Awqaf Africa, Ibrahim Abdul Mugis, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia dan menilai pemikiran yang disampaikan Baznas memberikan nilai tambah dalam pengembangan wakaf digital global.

Baca juga: Baznas RI-BPJPH kolaborasi tata kelola zakat dan jaminan produk halal

Diketahui, Forum Global WaqfTech Conference and Exhibition menghadirkan regulator, lembaga pengelola zakat dan wakaf, akademisi, dan pemimpin teknologi dari berbagai belahan dunia, yang dilaksanakan pada 10 hingga 12 April 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |