Asisten pribadi virtual Tencent sasar pekerja kantoran

1 day ago 8

Beijing (ANTARA) - Perusahaan teknologi asal China, Tencent, meluncurkan aplikasi WorkBuddy yang dapat berfungsi sebagai asisten pribadi yang dapat melakukan aktivitas rumit bagi para pekerja kantoran.

"Saat ini kami sedang mendukung sebuah perusahaan yang melakukan migrasi cloud. Mereka memanfaatkan Workbuddy kami, yang akan membantu staf mereka dengan memberikan rencana migrasi yang tepat. Sehingga mereka dapat melakukannya lebih cepat dan dengan biaya yang lebih rendah," kata Direktur AI Global Commercialization Tencent Cloud Eric Li kepada ANTARA di kantor Tencent, Shanghai, Minggu (19/7).

Tencent WorkBuddy tersedia bagi pengguna individu melalui iOS, Android, dan HarmonyOS sejak Maret 2026 di China. Sedangkan di Indonesia, aplikasi tersebut baru saja diluncurkan pada 14 Juli 2026.

Selain aplikasi untuk individu, Eric mengatakan Tencet saat ini juga sudah memiliki Agent Development Platform 4.0 atau ADP 4.0 yang ditujukan untuk perusahaan dan industri sehingga dapat mendukung layanan pelanggan pintar, pengelolaan pengetahuan, hingga produksi media dan bidang lainnya.

"Untuk skenario pekerja kantoran, kami menyediakan asisten pribadi, sementara ADP adalah platform bagi perusahaan untuk membangun aplikasi agen. Produk-produk ini, dalam berbagai skenario penggunaan, akan memberikan aplikasi yang berbeda bagi perusahaan," ungkap Eric.

Aplikasi agen yang dimaksud Eric adalah agen kecerdasan buatan (AI) yang dapat menerima perintah, membuat rencana dan melakukan sejumlah tugas untuk pencapaian perintah tersebut. Berbeda dengan chatbox biasa, agen AI tidak hanya memberi jawaban tapi menjalankan beberapa langkah untuk menyelesaikan tugas yang diminta.

"Saat ini kami juga membantu kelompok rumah sakit besar di Indonesia untuk menggunakan ADP dalam membangun layanan seperti panduan pasien, konsultasi, dan serangkaian layanan tanya-jawab, sehingga pasien dapat mengetahui ke mana harus berobat," tambah Erick.

Di Indonesia, Eric menyebut, masyarakat lebih banyak berkomunikasi menggunakan layanan Whatsapp dan bekerja dengan menggunakan sistem Microsoft. Padahal keduanya beroperasi dalam komputasi awan yang berbeda.

"Dalam alur kerja ini, kami harus menghubungkan sistem bisnis mereka dan membuat agen AI dapat dilihat dan dikelola oleh manajer bisnis mereka. Itulah hal tambahan yang dapat dilakukan produk kami sehingga bukan sekadar cara berinteraksi dengan pengguna tapi benar-benar menghasilkan saran medis, atau membantu membeli kartu SIM dari operator, serta membantu menjalankan operasi pembelian kartu SIM untuk klien dari perusahaan telekomunikasi," kata Eric.

Akurasi

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |