Banyuwangi (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan pemangku kepentingan lainnya selama arus mudik dan balik Lebaran 2025.
"Koordinasi yang baik selama periode mudik telah memastikan kelancaran operasional meskipun ada peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan," kata Direktur Keuangan, Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko PT ASDP Indonesia Ferry Djunia Satriawan saat kunjungan kerja ke Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis.
Dia berharap tren positif selama arus mudik Lebaran 2025 berlanjut hingga arus balik dan ASDP siap mendukung keamanan dan kenyamanan perjalanan pengguna jasa.
Arus balik dari Ketapang (Banyuwangi) ke Gilimanuk (Bali) pada Rabu (2/4) atau H+1 Lebaran mengalami peningkatan signifikan, dan tercatat sebanyak 43.765 penumpang menyeberang.
Baca juga: H+1 Lebaran 43.765 orang menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk
Dalam kunjungannya bersama Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, ia juga melakukan koordinasi dan mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi peningkatan gelombang, kecepatan arus dan kecepatan angin.
Menurut Djunia Satriawan, sesuai arahan BMKG sistem peringatan dini akan diperkuat melalui prosedur operasional standar (SOP) gabungan antara BMKG, ASDP, dan Forkopimda setempat.
Pada arus balik Lebaran tahun ini, katanya, optimalisasi kantong parkir menjadi perhatian utama ASDP guna menghindari kepadatan di pelabuhan jika kapasitas mencapai batas maksimal.
Baca juga: ASDP antisipasi lonjakan trafik penyeberangan pada arus balik Lebaran
"Di Pelabuhan Ketapang, kendaraan penumpang akan diarahkan ke zona penyangga (buffer zone) Pantai Grand Watudodol, Dermaga Bulusan, kendaraan barang ke Lapangan Sepak Bola Areba dan Terminal Sri Tanjung," kata dia.
Djunia menambahkan, sebagai langkah preventif ASDP dan BMKG juga merencanakan pemasangan radar maritim di pelabuhan untuk mendeteksi kecepatan arus, angin dan tinggi gelombang secara tepat waktu. Dengan sistem ini, respons terhadap perubahan kondisi cuaca dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengemukakan bahwa pihaknya saat ini memperkuat manajemen risiko menghadapi puncak arus balik Lebaran 2025.
Baca juga: BMKG: Kondisi cuaca di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk aman
"Puncak arus balik penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang akan menyeberang puluhan ribu orang, sehingga kami pun harus memperkuat manajemen risikonya," kata dia.
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025