AS vs Iran di Selat Hormuz: Perebutan nadi energi dunia

2 hours ago 3
Respons dari berbagai negara menunjukkan bahwa eskalasi ini membawa implikasi yang melampaui kawasan

Jakarta (ANTARA) - Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah Amerika Serikat menerapkan pembatasan maritim terhadap Iran.

Perkembangan ini kembali memunculkan perhatian terhadap isu kontrol jalur strategis, kebebasan navigasi, serta stabilitas keamanan pelayaran internasional yang selama ini menjadi salah satu fondasi utama perdagangan energi dunia.

Langkah Washington diambil setelah perundingan intensif dengan Teheran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan pada pertengahan April 2026 berakhir tanpa kesepakatan.

Perundingan yang dilaporkan berlangsung selama puluhan jam tersebut tidak berhasil menjembatani perbedaan mendasar, termasuk terkait isu nuklir dan pengaturan keamanan di kawasan Selat Hormuz.

Kebijakan itu dipahami sebagai bagian dari upaya tekanan terhadap Iran di bidang ekonomi dan keamanan, sekaligus menjaga kelancaran pelayaran internasional di kawasan yang dinilai menghadapi peningkatan risiko keamanan.

Perkembangan ini juga kembali menempatkan Selat Hormuz sebagai titik sensitif dalam peta persaingan geopolitik global.

Di sisi lain, dinamika ini mencerminkan persaingan pengaruh atas jalur energi dunia. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur paling vital dalam distribusi minyak global, dengan volume signifikan perdagangan energi yang melintasi perairan sempit tersebut setiap harinya. Kondisi ini membuat kawasan tersebut sangat sensitif terhadap perubahan situasi keamanan.

Iran, melalui Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), kembali menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas kapal di kawasan tersebut merupakan bagian dari kedaulatan negara. Iran juga dilaporkan memperkuat pengawasan terhadap kapal yang melintas di wilayah tersebut melalui patroli dan pemeriksaan di laut.

Situasi ini menciptakan kondisi yang kompleks, di mana dua kekuatan besar sama-sama mengklaim legitimasi atas pengelolaan jalur strategis tersebut.

Dalam kerangka hukum internasional, dinamika ini memperlihatkan ketegangan antara penggunaan kekuatan dan prinsip penyelesaian sengketa secara damai, terutama dalam konteks kebebasan navigasi di jalur pelayaran internasional.

Penolakan terhadap ketegangan di Hormuz

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |