AS sebut izin penjualan minyak Rusia keputusan pragmatis

3 hours ago 2
daripada membiarkan semua minyak itu pergi ke China, biarkan sebagian minyak itu pergi ke negara-negara lain di Asia

Washington (ANTARA) - Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright mengatakan keputusan untuk memperpanjang izin penjualan minyak Rusia adalah hal kemanusiaan yang pragmatis dan sumber daya energi Rusia pun sudah ada di pasar global.

"Kami baru saja membuat keputusan kemanusiaan yang pragmatis dalam jangka pendek; daripada membiarkan semua minyak itu pergi ke China, biarkan sebagian minyak itu pergi ke India. Biarkan sebagian minyak itu pergi ke negara-negara lain di Asia yang akan memurnikan minyak itu, memberi energi kepada rakyat mereka," kata Wright kepada Fox News, Minggu (19/4).

Wright mengatakan bahwa India mengekspor bahan bakar ke Uni Eropa, yang juga sedang dalam kondisi sangat khawatir terkait tingginya harga energi.

"Ini adalah keputusan pragmatis jangka pendek untuk memungkinkan minyak yang sudah mengalir untuk arah yang berbeda," tambahnya.

Sebelumnya, Sabtu (18/4), Badan Pengawasan Aset Asing di Departemen Keuangan AS mengeluarkan izin umum untuk pengiriman dan penjualan minyak Rusia, sehingga memperpanjang pelonggaran sanksi AS terhadap minyak mentah yang dimuat ke kapal mulai Jumat (17/4).

Adapun, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, pada akhir Februari lalu, hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Kemudian, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April dan dilanjutkan dengan pembicaraan yang dimediasi Pakistan di Islamabad pada 11 April yang berakhir tanpa hasil.

Meskipun tak diumumkan soal dimulainya kembali permusuhan, AS mulai memblokade pelabuhan Iran dan para mediator pun sedang berupaya untuk menyelenggarakan pembicaraan putaran baru.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: PM Pakistan dan Presiden Iran lakukan pembicaraan bahas Timur Tengah

Baca juga: Iran akan balas tindakan AS terkait penyitaan kapal Touska

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |