Tasikmalaya (ANTARA) - Arus balik kendaraan di jalur Gentong wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sudah padat merayap di jalur nasional dari arah timur menuju barat atau ke Kabupaten Garut, Selasa.
Arus balik di jalur Gentong itu mendominasi dari arah Tasikmalaya menuju Garut yang sesekali tersendat saat berada di tikungan, tanjakan, dan memasuki lajur dari Lingkar Gentong ke jalan utama Garut-Tasikmalaya.
Sejumlah personel gabungan siap siaga di setiap titik hambatan laju kendaraan dari mulai kawasan Gentong di bawah, kemudian sampai Gentong bagian atas di jalur itu.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tasikmalaya Kota AKP Riki Kustiawan membenarkan kondisi jalur di wilayah Gentong sebagai jalur nasional itu masih meriah yang saat ini terus dilakukan pengaturan.
"Masih meriah," kata Riki.
Baca juga: Kapolri pesan ke pemudik jaga keselamatan selama arus balik
Jalur Gentong merupakan jalur nasional yang menghubungkan dengan Kabupaten Garut, lalu Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, sampai ke wilayah Cilacap, Jawa Tengah.
Jalur Gentong merupakan daerah yang sudah dipetakan sebagai jalur rawan kepadatan pada saat arus balik atau dari arah barat menuju timur.
Jalur tersebut terdapat sejumlah persimpangan jalan, kemudian tanjakan dan tikungan, dan ada penyempitan lajur setelah kawasan Lingkar Gentong.
Daerah tersebut mendapatkan perhatian kepolisian dengan menyiapkan posko pengamanan, dan menyiagakan sejumlah personel gabungan di setiap titik untuk mengatur arus lalu lintas kendaraan.
Baca juga: One way nasional, Jasamarga siapkan 22 gardu GT Cikampek arah Jakarta
Kepolisian Daerah Jawa Barat memprediksi kepadatan di jalur nasional mulai dari Gentong sampai wilayah Kabupaten Garut kemudian ke wilayah Kabupaten Bandung sebagai puncak arus balik.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyatakan, jajarannya sudah menyiapkan personel gabungan untuk mengurai kepadatan yang salah satunya dilakukan tindakan sistem satu arah sepenggal.
Puncak arus balik di jalur itu, kata dia, diprediksi akan terjadi dua waktu yang berbeda yakni pada 24 Maret 2026, dan kemudian nanti pada 27-28 Maret 2026.
Pewarta: Feri Purnama
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































