Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) membangun sumur resapan di sekitar Kali Pesanggrahan untuk mengantisipasi genangan dan banjir .
"Termasuk pada hari ini pembuatan titik sumur resapan di sekitar Kali Pesanggrahan ini. Tentunya ini semua kita lihat agar masyarakat itu merasakan dampak dari kerja bakti ini," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar di Danau Cavalio Pesanggrahan, Jakarta, Minggu.
Anwar berharap sumur resapan itu mampu meminimalisasi genangan dan banjir saat musim hujan.
Pemkot Jaksel juga berencana membangun sumur resapan di titik rawan genangan lainnya sebagai penanganan banjir jangka pendek.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo mengatakan pihaknya menambah tiga titik untuk dibangun sumur resapan tambahan di sekitar Kali Pesanggrahan guna mengoptimalisasi penanganan banjir.
Upaya ini dilakukan dengan kerja sama Suku Dinas Sumber Daya Air dan pihak kelurahan guna memperkuat penanganan banjir secara menyeluruh di Jakarta Selatan.
SDA Jakarta Selatan bekerja sama dengan pihak kelurahan yang saat ini juga telah memiliki peralatan untuk membuat sumur resapan secara mandiri.
Setiap wilayah di Jakarta Selatan, kata Santo, ditargetkan memiliki minimal satu unit sumur resapan guna memperkuat upaya pengendalian banjir.
“Kami berupaya agar setiap wilayah memiliki minimal satu unit sumur resapan untuk membantu menangani masalah banjir di Jakarta Selatan,” katanya.
Adapun Pemkot Jakarta Selatan menggencarkan program "Gerakan Menabung Air" melalui pembangunan ribuan sumur resapan untuk mengatasi banjir dengan target hingga 200 sumur per kecamatan untuk mengurangi genangan dan menjaga kualitas air.
Baca juga: Pemkot Jaksel keruk Kali Pesanggrahan lewat kerja bakti skala besar
Baca juga: Dinas LH DKI tutup permanen titik sampah sementara di TPU Tanah Kusir
Baca juga: Kali Uangan dikeruk untuk cegah banjir di Pesanggrahan
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































