Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania meminta pemerintah harus membangun gerakan literasi digital yang masif sampai ke sekolah dan lingkungan keluarga guna mencegah anak-anak terpapar judi online (judol).
Dia menilai anak-anak yang bermain judol, seperti disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, dikarenakan mencontoh orang-orang dewasa. Anak-anak yang terpapar judol menilai permainan terlarang itu justru menjadi hal yang biasa.
"Harus ada kolaborasi serius antara pemerintah, sekolah, tokoh masyarakat, platform digital, dan terutama keluarga. Karena yang sedang kita pertaruhkan bukan hanya soal penggunaan internet, tetapi masa depan generasi bangsa," kata Dini dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, pemerintah harus bertindak jauh lebih tegas dan serius dalam menyikapi permasalahan judol. Persoalan itu, kata dia, tidak akan selesai jika hanya mengandalkan pemblokiran situs saja, karena situs baru akan bermunculan dengan cara yang baru.
"Sebenarnya negara punya kemampuan untuk mengambil kebijakan yang kuat ketika memang ada kemauan politik yang serius," kata legislator yang membidangi urusan perlindungan perempuan dan anak itu.
Selama ini, kata Dini, memang sudah ada upaya pembatasan usia untuk penggunaan fitur dalam telepon seluler (ponsel). Namun faktanya, banyak anak menggunakan ponsel milik orang tua sehingga pengawasannya menjadi longgar.
"Jangan sampai rumah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan justru menjadi pintu pertama anak mengenal judi online," katanya.
Dia pun menegaskan judol bisa menghancurkan masa depan generasi muda. Oleh karena itu, menurut dia, pembangunan ketahanan keluarga menjadi benteng utama agar anak-anak memiliki pengawasan, pendidikan moral, dan komunikasi yang sehat di tengah derasnya pengaruh digital.
"Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang lebih tangguh, produktif, dan terlindungi dari bahaya judi online," ujar Dini.
Baca juga: Wakil Ketua MPR desak langkah pencegahan paparan "judol" terhadap anak
Baca juga: Menkomdigi: Hampir 200 ribu anak Indonesia terpapar judi online
Baca juga: Menkomdigi ajak orang tua awasi anak bermedia sosial untuk cegah judol
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































