Jakarta (ANTARA) - Taekwondoin Indonesia Andi Sultan Altaf Mirza memfokuskan persiapan pada peningkatan kemampuan jurus baku (recognized) poomsae menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 karena nomor tersebut masih menjadi "pekerjaan rumah" baginya.
“Di recognized, PR-nya masih banyak dan saya akan menyesuaikan. Ada dua bulan lagi menuju Asian Games. Saya baru satu kali mengikuti kejuaraan nasional di recognized,” kata Andi di Jakarta, Jumat.
Andi akan menguji perkembangan kemampuannya dengan turun pada recognized poomsae dan freestyle dalam Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, 1-5 Agustus.
Kemampuan recognized menjadi perhatian khusus karena persaingan poomsae pada Asian Games 2026 menuntut atlet menguasai dua format, yakni recognized dan freestyle yang memadukan teknik taekwondo dengan unsur kreativitas serta akrobatik.
Berbeda dengan Asian Games, kedua format tersebut dipertandingkan secara terpisah pada Indonesia Open. Kondisi itu memberikan kesempatan kepada Andi dan tim pelatih untuk mengevaluasi penampilan pada masing-masing nomor.
Baca juga: Arya uji fisik jelang Asian Games dalam Indonesia Open
Andi memiliki pengalaman lebih panjang dalam freestyle, tetapi tidak sepenuhnya asing dengan recognized karena telah mempelajari kedua format sejak kecil.
“Buat saya, itu keuntungan karena dari kecil saya latihan keduanya. Cuma atlet dari negara lain juga banyak yang membangun kemampuan di dua-duanya. Tapi dengan keyakinan, saya bisa,” ujarnya.
Dengan recognized yang masih perlu ditingkatkan, Indonesia Open tidak semata-mata menjadi ajang memburu medali bagi Andi, tetapi juga tolok ukur sebelum menghadapi persaingan tingkat Asia.
Dia ingin tampil maksimal untuk mengetahui bagian-bagian yang masih harus diperbaiki dalam sisa waktu persiapan menuju Asian Games 2026.
“Targetnya bisa bermain total, mengeluarkan kemampuan secara maksimal, dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Andi.
Baca juga: Bassam uji kelas baru hadapi Asian Games 2026
Andi mengatakan seluruh program pemulihan dan latihan menuju Indonesia Open serta Asian Games 2026 sejauh ini berlangsung tanpa kendala.
“Alhamdulillah, selama persiapan menuju Indonesia Open dan Asian Games semuanya lancar. Dari recovery sampai latihan juga lancar,” ujarnya.
Peluang merebut medali emas Asian Games 2026, lanjut Andi, tidak mudah karena negara-negara lain juga memiliki atlet yang menguasai recognized dan freestyle.
“Beberapa negara juga turun. Tidak mudah meraih emas, tetapi tidak ada yang tidak mungkin selama ada kemauan,” kata Andi.
Andi juga mengakui terdapat tekanan setelah dipilih mewakili Indonesia pada Asian Games 2026, terlebih persaingan di pelatnas turut melibatkan atlet-atlet yang lebih senior.
Baca juga: Indonesia datangkan pelatih Iran untuk dongkrak prestasi kyorugi
Namun, dukungan rekan-rekan selama menjalani pemusatan latihan menambah motivasi untuk menjawab kepercayaan tersebut.
“Pasti ada tekanan. Ada senior dan kami juga latihan terus, jadi ada rasa tidak enak. Tapi karena sudah dipilih untuk Indonesia, saya akan melakukan yang terbaik. Teman-teman juga mendukung,” ujar Andi.
Andi menjadi satu-satunya atlet poomsae yang dipersiapkan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) untuk Asian Games 2026.
Dua atlet lainnya berasal dari nomor kyorugi, yakni Muhammad Bassam Raihan pada kelas putra di bawah 68 kg dan Arya Danu Susilo pada kelas di bawah 80 kg.
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































