7 bumbu dapur pengusir tikus yang bisa dicoba di rumah

1 day ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kehadiran tikus di rumah dapat mengganggu kebersihan dan berpotensi membawa risiko kesehatan. Selain menjaga kebersihan, sejumlah bahan beraroma kuat dari dapur kerap digunakan sebagai cara tambahan untuk membuat tikus menjauh.

Namun, penggunaan bumbu dapur sebagai pengusir tikus tidak selalu terbukti efektif. Penelitian IPB University, misalnya, menemukan minyak atsiri cengkeh, serai, dan peppermint pada dosis yang diuji tidak efektif sebagai repelen tikus rumah. Karena itu, bahan-bahan tersebut sebaiknya dipandang sebagai cara tambahan, bukan pengganti pengendalian tikus yang terbukti efektif.

Berikut sejumlah bumbu dan bahan dapur yang bisa dicoba untuk membantu mengurangi aktivitas tikus di rumah.

Baca juga: BRIN: Waspada potensi kembalinya wabah pes di Indonesia

Baca juga: Cara alami usir tikus dari rumah, aman bagi anak dan hewan peliharaan

1. Cengkeh

Cengkeh memiliki aroma khas yang cukup kuat sehingga sering dimanfaatkan sebagai bahan pengusir hama. Cengkeh dapat ditempatkan dalam wadah terbuka di area yang sering dilalui tikus.

Meski demikian, penelitian IPB University menunjukkan minyak atsiri cengkeh pada konsentrasi yang diuji belum efektif sebagai repelen tikus rumah. Jadi, penggunaannya sebaiknya tidak dianggap sebagai metode utama untuk mengatasi infestasi.

2. Serai

Serai juga dikenal memiliki aroma kuat yang sering digunakan dalam berbagai metode pengendalian serangga dan hama rumah tangga.

Potongan serai dapat ditempatkan di area yang dicurigai menjadi jalur tikus. Namun, efektivitasnya untuk benar-benar mengusir tikus belum dapat dipastikan. Penelitian IPB University juga tidak menemukan minyak atsiri serai efektif sebagai repelen tikus rumah dalam pengujian yang dilakukan.

3. Lada

Aroma dan rasa pedas lada membuat bahan ini sering disebut sebagai salah satu bahan alami yang dapat dicoba untuk mengganggu tikus. Lada bubuk dapat diletakkan dalam wadah kecil di area yang sering dilalui tikus.

Namun, belum ada bukti kuat bahwa menaburkan lada di rumah dapat mengatasi infestasi tikus secara efektif. Karena itu, penggunaannya sebaiknya hanya sebagai langkah tambahan.

4. Bawang putih

Bawang putih mempunyai aroma menyengat yang cukup kuat. Beberapa orang menggunakannya sebagai bahan alami untuk membuat area tertentu kurang menarik bagi tikus.

Bawang putih yang telah dimemarkan dapat ditempatkan dalam wadah di dekat celah atau area yang sering dilalui tikus. Akan tetapi, cara ini tidak dapat menggantikan metode pengendalian tikus yang lebih terbukti.

5. Kayu manis

Kayu manis memiliki aroma khas yang kuat dan dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk menjaga area tertentu tetap beraroma.

Batang kayu manis dapat ditempatkan di sudut ruangan, dekat lemari atau area penyimpanan makanan. Sama seperti bahan alami lainnya, efektivitasnya dalam mengusir tikus belum dapat dijadikan sebagai metode utama.

6. Daun salam

Daun salam juga dapat dicoba karena mempunyai aroma yang cukup khas. Beberapa lembar daun salam dapat ditempatkan di area yang sering ditemukan kotoran atau jejak tikus.

Namun, jika tikus sudah bersarang atau jumlahnya cukup banyak, penggunaan daun salam saja kemungkinan tidak akan menyelesaikan masalah.

7. Peppermint

Peppermint sering disebut sebagai bahan alami yang aromanya tidak disukai tikus. Minyak peppermint dapat menghasilkan aroma yang lebih kuat dibandingkan daun segarnya.

Meski populer sebagai cara alami, penelitian IPB University menemukan minyak atsiri peppermint pada perlakuan yang diuji tidak efektif sebagai repelen tikus rumah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa klaim mengenai peppermint sebagai pengusir tikus tidak boleh dianggap sebagai fakta yang sudah pasti.

Baca juga: Waspada! Ini daftar penyakit berbahaya yang bisa ditularkan oleh tikus

Bumbu dapur bukan solusi utama

Jika tikus hanya sesekali masuk ke rumah, penggunaan bahan beraroma kuat mungkin dapat dicoba sebagai langkah tambahan. Namun, ketika sudah ditemukan kotoran, bekas gigitan, sarang atau tikus terlihat berulang kali, langkah yang lebih penting adalah mencari sumber masalahnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan pengendalian tikus dilakukan dengan menghilangkan sumber makanan, air dan tempat berlindung serta menutup celah yang menjadi jalan masuk.

Bahkan, tikus dapat masuk melalui celah yang sangat kecil. CDC merekomendasikan pemeriksaan dan penutupan lubang atau celah di bagian dalam maupun luar rumah untuk mencegah tikus kembali masuk.

Tutup celah yang menjadi jalan masuk tikus

Selain mencoba bahan alami, periksa bagian bawah pintu, sekitar pipa, ventilasi, dinding, plafon dan area belakang perabot rumah.

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) juga menyarankan pemilik rumah menutup lubang di dalam dan luar rumah serta membersihkan sumber makanan dan air yang dapat menarik tikus.

Makanan sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat, sementara sampah dibuang secara rutin. Jangan meninggalkan sisa makanan atau makanan hewan peliharaan dalam keadaan terbuka sepanjang malam.

Gunakan perangkap jika tikus sudah bersarang

Apabila tanda-tanda keberadaan tikus terus ditemukan, perangkap dapat digunakan untuk mengurangi populasinya. CDC merekomendasikan perangkap jepit (snap trap) untuk mengendalikan tikus di sekitar rumah. Perangkap harus ditempatkan di lokasi yang sering dilalui tikus dan dijauhkan dari jangkauan anak-anak serta hewan peliharaan.

Penggunaan racun tikus juga perlu dilakukan dengan sangat hati-hati karena bahan tersebut dapat membahayakan manusia dan hewan peliharaan jika digunakan secara tidak tepat. EPA menekankan pentingnya mengikuti petunjuk penggunaan dan menggunakan produk yang memang terdaftar untuk pengendalian tikus.

Dengan demikian, cengkeh, serai, lada, bawang putih, kayu manis, daun salam dan peppermint dapat dicoba sebagai bahan tambahan, tetapi jangan mengandalkannya sebagai satu-satunya cara mengusir tikus.

Menutup celah masuk, menghilangkan sumber makanan dan air serta menggunakan perangkap secara tepat tetap menjadi langkah yang lebih penting untuk mengatasi tikus di rumah.

Baca juga: Mobil terlalu lama diparkir, waspadai "serangan" tikus

Baca juga: Agar tikus dan serangga tak bersarang di mobil, lakukan ini saat WFH

Baca juga: Antara tikus dan hantavirus

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |