Jakarta (ANTARA) - Jumlah penduduk setiap negara berbeda jauh, dari miliaran jiwa hingga hanya beberapa ratus orang. Pada 2026, negara-negara dengan populasi paling sedikit didominasi negara kepulauan kecil di Pasifik dan negara mikro di Eropa.
Data proyeksi penduduk United Nations World Population Prospects 2024 menjadi salah satu rujukan demografi terbaru yang mencakup 237 negara atau wilayah. Data tersebut menggunakan estimasi hingga 2023 dan proyeksi mulai 2024 hingga 2100.
Berikut 10 negara berdaulat dengan populasi paling sedikit pada 2026 berdasarkan proyeksi penduduk tahun tersebut.
Baca juga: Dubes Pakistan: RI-Pakistan kekuatan utama 1/4 populasi Muslim dunia
Baca juga: PBB proyeksikan populasi dunia akan capai puncaknya pada abad ini
1. Vatikan
Vatikan atau Takhta Suci menjadi negara dengan jumlah penduduk paling sedikit di dunia. Populasinya pada 2026 diproyeksikan sekitar 506 orang pada pertengahan tahun. Angka tersebut didasarkan pada proyeksi World Population Prospects 2024.
Jumlah penduduk yang sangat kecil tersebut berkaitan dengan karakter Vatikan sebagai negara mikro yang menjadi pusat Gereja Katolik Roma.
2. Tuvalu
Tuvalu berada di urutan berikutnya dengan populasi sekitar 9.300 orang pada 2026. Negara kepulauan di kawasan Pasifik tersebut terdiri dari sejumlah pulau dan atol dengan wilayah daratan yang sangat terbatas.
Proyeksi berbasis data PBB menempatkan populasi Tuvalu pada kisaran tersebut pada 2026. Data PBB juga menunjukkan jumlah penduduk Tuvalu sekitar 10 ribu pada 2024 dan diproyeksikan tetap berada pada kisaran tersebut dalam beberapa tahun mendatang.
3. Nauru
Nauru memiliki populasi sekitar 12.000 orang pada 2026. Negara yang berada di kawasan Mikronesia ini merupakan salah satu negara kepulauan terkecil di dunia berdasarkan jumlah penduduk maupun luas wilayah.
Data proyeksi PBB menunjukkan populasi Nauru sekitar 12 ribu jiwa dan masih menjadi salah satu negara dengan jumlah penduduk paling sedikit di dunia.
4. Palau
Palau diproyeksikan memiliki sekitar 17.600 orang pada 2026. Negara kepulauan yang berada di kawasan Pasifik Barat ini terdiri dari ratusan pulau, meski hanya sebagian yang dihuni.
Data PBB mencatat populasi Palau sekitar 18 ribu pada 2024 dan memperkirakan jumlahnya mengalami penurunan dalam beberapa dekade mendatang.
Baca juga: Bank Dunia: 80 persen populasi dunia akan tumbuh lebih lambat
5. San Marino
Negara mikro di Eropa, San Marino, memiliki populasi sekitar 33.600 orang pada 2026.
San Marino dikelilingi wilayah Italia dan dikenal sebagai salah satu negara terkecil di Eropa. Proyeksi penduduk 2026 menempatkan jumlah penduduknya sedikit di atas 33 ribu orang.
6. Marshall Islands
Marshall Islands atau Kepulauan Marshall memiliki sekitar 35.000 penduduk pada 2026.
Negara kepulauan di Pasifik tersebut mempunyai populasi yang relatif kecil dan tersebar di berbagai atol. Data PBB mencatat sekitar 38 ribu penduduk pada 2024 dan memperkirakan jumlahnya menurun dalam beberapa dekade mendatang.
7. Monaco
Monaco menjadi salah satu negara dengan wilayah sangat kecil sekaligus memiliki populasi yang tidak mencapai 40 ribu orang. Pada 2026, jumlah penduduknya diproyeksikan sekitar 38.000 orang.
Meski jumlah penduduknya kecil, Monaco dikenal memiliki kepadatan penduduk yang sangat tinggi karena wilayah daratannya hanya sekitar 2 kilometer persegi.
8. Liechtenstein
Liechtenstein diproyeksikan memiliki sekitar 40.000 penduduk pada 2026. Negara mikro yang berada di antara Swiss dan Austria tersebut termasuk negara dengan populasi paling sedikit di Eropa.
Data PBB menunjukkan populasi Liechtenstein sekitar 43 ribu pada 2024 dan diproyeksikan tetap berada pada kisaran puluhan ribu dalam beberapa dekade mendatang.
Baca juga: Sekjen PBB puji kemajuan umat saat populasi dunia capai 8 miliar jiwa
9. Saint Kitts dan Nevis
Negara Karibia Saint Kitts dan Nevis memiliki sekitar 47.000 penduduk pada 2026. Negara tersebut terdiri dari dua pulau utama dan termasuk negara berdaulat dengan populasi terkecil di kawasan Amerika.
Jumlah penduduknya lebih besar dibandingkan negara-negara mikro di urutan sebelumnya, tetapi masih jauh di bawah negara-negara berpenduduk besar di kawasan Karibia.
10. Dominica
Di posisi ke-10 terdapat Dominica dengan populasi sekitar 66.000 orang pada 2026. Negara kepulauan di Karibia ini memiliki jumlah penduduk lebih besar dibandingkan sembilan negara sebelumnya, tetapi tetap masuk kelompok negara dengan populasi paling sedikit di dunia.
Dominica berbeda dengan Republik Dominika. Keduanya merupakan negara yang berbeda dan berada di kawasan Karibia.
Didominasi negara kepulauan dan negara mikro
Daftar tersebut menunjukkan bahwa negara dengan populasi paling sedikit banyak berasal dari kawasan Oseania dan Karibia, selain beberapa negara mikro di Eropa.
Kondisi geografis menjadi salah satu faktor yang membuat sejumlah negara tersebut memiliki populasi kecil. Banyak di antaranya berupa negara kepulauan dengan wilayah daratan terbatas, sementara negara seperti Vatikan, San Marino, Monaco dan Liechtenstein merupakan negara mikro di Eropa.
Data World Population Prospects 2024 sendiri menunjukkan bahwa sejumlah negara kecil menghadapi tren demografi yang berbeda-beda. PBB memperkirakan beberapa negara dengan populasi kecil akan mengalami penurunan penduduk dalam beberapa dekade mendatang, sementara sebagian lainnya masih berpotensi tumbuh.
Dengan demikian, Vatikan menjadi negara dengan populasi paling sedikit pada 2026, disusul Tuvalu, Nauru, Palau, San Marino, Marshall Islands, Monaco, Liechtenstein, Saint Kitts dan Nevis, serta Dominica.
Perlu dicatat, angka populasi merupakan proyeksi, bukan hasil sensus yang menghitung setiap penduduk secara langsung pada 2026. Karena itu, angka dapat berbeda sedikit tergantung sumber, waktu pengukuran dan metode estimasi yang digunakan. Data PBB menjadi salah satu acuan utama untuk melihat perkembangan populasi global.
Baca juga: Bappenas: Kecepatan pertumbuhan populasi RI di atas rata-rata dunia
Baca juga: Prancis catat neraca populasi alami negatif sejak Perang Dunia II
Baca juga: Data: Populasi Korsel diperkirakan turun 30% pada 2072, ke-59 di dunia
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































