YDML bantu Kampung Soa bangun nilai tambah lewat minyak sereh wangi

12 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Yayasan Dahetok Milah Lestari (YDML) membantu perajin minyak sereh wangi di Kampung Soa, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, untuk membangun nilai tambah komoditas lokal sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat Orang Asli Papua (OAP) sekaligus memperkuat hilirisasi hasil bumi.

Direktur YDML Pdt. Andre Serhalawan mengatakan peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan produksi bahan baku, tetapi juga perlu membangun nilai tambah dengan penguatan kualitas produk, identitas merek, dan akses pasar.

“Kami ingin produk-produk dari Kampung Soa tidak hanya diproduksi, tetapi juga dikenal pasar. Karena itu, pendampingan kami mencakup peningkatan kualitas produk, pengemasan, branding, hingga pemasaran," kata Andre dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan, untuk pengembangan usaha tersebut, pihaknya memberi bantuan sejumlah peralatan produksi kepada kelompok petani sereh wangi. Bantuan yang didukung Dana Katalis Yayasan EcoNusa 2026 itu meliputi mesin pompa air, botol kemasan, label produk, serta peralatan laboratorium untuk mendukung proses produksi dan pengemasan.

Menurut dia, Kampung Soa memiliki potensi sumber daya alam yang beragam, seperti sereh wangi, jambu mete, kelapa, pisang dewaka, dan komoditas lokal lainnya yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Baca juga: Perajin OAP menikmati bantuan otonomi khusus

Baca juga: Mentan Amran serahkan bantuan peralatan pertanian bagi petani Merauke

Selain menyediakan sarana produksi, YDML juga memperkuat kapasitas kelompok tani melalui pelatihan teknis dengan menghadirkan praktisi dari Bali. Pendampingan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha secara mandiri sekaligus memenuhi standar kebutuhan pasar.

Kepala Kampung Soa Okto Wikom mengatakan dukungan tersebut menjadi dorongan bagi kelompok tani untuk meningkatkan produksi minyak sereh wangi yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan kampung. Ia berharap semakin banyak warga terlibat dalam usaha tersebut sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Pengembangan minyak sereh wangi melengkapi berbagai program pemberdayaan ekonomi yang telah dijalankan di Kampung Soa.

Sebelumnya, Yayasan EcoNusa bersama YDML dan Gereja Protestan Indonesia di Papua juga mendampingi masyarakat mengembangkan produk olahan jambu mete untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang selama ini sebagian besar dipasarkan dalam bentuk bahan baku.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat, khususnya kelompok perempuan, mengembangkan berbagai produk olahan seperti kacang mete aneka rasa, stik mete, dan susu mete sebagai alternatif usaha yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

Berbagai praktik pengembangan komoditas lokal, seperti di Kampung Soa, akan menjadi bagian dari pembelajaran dalam Papeda Summit 2026 di Sorong pada 2–4 September 2026.

Forum tersebut mempertemukan masyarakat adat, pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil untuk berbagi pengalaman dalam membangun ekonomi regeneratif berbasis potensi lokal dan kelestarian alam Papua.

Baca juga: ‎Panitia undang Zulkifli Hasan jadi pembicara utama Papeda Summit

Baca juga: Papua Barat Daya matangkan persiapan Papeda Summit 2026 ‎

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |