Suzuki ramaikan persaingan mobil irit BBM di segmen LSUV

9 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Persaingan di industri otomotif segmen Low Sport Utility Vehicle (LSUV) di Indonesia, semakin menunjukkan keseriusannya berkat fitur dan juga teknologi yang terkandung di dalam kendaraan guna memantik perhatian calon konsumen.

Salah satu perusahaan otomotif yang ikut meramaikan persaingan tersebut adalah Suzuki, melalui XL7 yang diklaim tidak hanya mengedepankan desain dan kapasitas kabin, tetapi juga efisiensi bahan bakar sebagai daya tarik utama.

Di kelasnya, Suzuki tidak bermain sendirian. Terdapat nama pabrikan besar seperti Toyota Rush, Daihatsu Terios, Mitsubishi Xpander Cross, dan Honda BR-V. Hanya saja, mereka masih mengandalkan mesin konvensional.

Sementara Suzuki sudah beralih ke energi yang diklaimnya lebih bersih, yakni teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) pada varian hybrid XL7.

Baca juga: Suzuki hadirkan lini kendaraan hybrid di GIIAS 2026

Melalui catatan yang dibagikan oleh Suzuki pada Jumat, sistem SHVS mengombinasikan mesin bensin 1.5 liter dengan Integrated Starter Generator (ISG) dan baterai lithium-ion.

Teknologi mild hybrid tersebut membantu kerja mesin saat akselerasi dan mengoptimalkan fungsi idling stop sehingga konsumsi bahan bakar dapat ditekan pada kondisi berkendara tertentu.

Selain sistem penggerak, Suzuki turut melengkapi XL7 dengan Tire Pressure Monitoring System (TPMS).

Fitur ini memungkinkan pengemudi memantau tekanan ban secara real time. Tekanan ban yang sesuai berkontribusi terhadap efisiensi konsumsi bahan bakar sekaligus membantu mengurangi keausan ban.

Meski demikian, persaingan di segmen LSUV sendiri masih didominasi model-model bermesin bensin.

Berdasarkan data distribusi wholesales semester pertama 2026, Toyota Rush masih memimpin penjualan, disusul Daihatsu Terios.

Baca juga: Lebih maskulin, intip rupa hingga spek Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro

Suzuki XL7 berada di kelompok pesaing utama dengan penjualan yang didominasi varian hybrid, sementara Mitsubishi Xpander Cross juga tetap menjadi salah satu pilihan konsumen di kelas tersebut.

Tren tersebut menunjukkan bahwa efisiensi bahan bakar semakin menjadi pertimbangan konsumen selain harga, fitur keselamatan, dan biaya perawatan.

Di tengah transisi menuju elektrifikasi, teknologi mild hybrid mulai mendapat perhatian karena menawarkan penghematan konsumsi BBM tanpa memerlukan perubahan pola penggunaan maupun infrastruktur pengisian daya.

Melalui GIIAS 2026, persaingan LSUV tidak lagi hanya soal desain dan kelengkapan fitur.

Kemampuan menghadirkan kendaraan yang lebih efisien menjadi salah satu strategi pabrikan untuk menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang semakin memperhitungkan biaya operasional kendaraan.

Baca juga: Suzuki bawa lini baru untuk Fronx pada ajang GIIAS 2026

Baca juga: Suzuki andalkan Xl7 untuk bersaing di pasar LSUV

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |