Jakarta (ANTARA) - Pameran otomotif masih menjadi salah satu instrumen penting bagi industri kendaraan bermotor nasional dalam mendorong penjualan. Namun, di tengah tantangan daya beli masyarakat dan ketatnya persaingan antarmerek, kontribusi pameran terhadap pasar otomotif nasional dinilai lebih tepat diposisikan sebagai akselerator keputusan pembelian ketimbang pencipta permintaan baru.
"Pameran otomotif memang menjadi salah satu kanal penjualan yang penting, tetapi bukan penentu utama penjualan kendaraan nasional," kata pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu, Rabu (29/7).
Pameran otomotif yang diikuti agen-agen pemegang merek (APM) kerap memanfaatkan ajang pameran untuk menunjukkan kehebatannya menciptakan produk yang diklaim sebagai paling terdepan. Pameran tidak hanya dapat meningkatkan penjualan, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat terhadap berbagai jenama di pasar otomotif nasional.
Beragam pameran otomotif yang ada di Indonesia memang memberikan dampak positif terhadap transaksi kendaraan baru. Contohnya Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), yang konsisten menjadi pameran otomotif terbesar di negara ini.
Baca juga: Mengunjungi GBA Auto Show 2026 yang resmi dibuka di Shenzhen, China
Posisi strategis GIIAS tidak terlepas dari partisipasi hampir seluruh APM domestik dan lokasi penyelenggaraannya di kawasan Jabodetabek, wilayah yang hingga kini masih menjadi pasar otomotif terbesar sekaligus pusat pertumbuhan kendaraan elektrifikasi nasional.
Meski demikian, kontribusi pameran terhadap penjualan nasional masih berada dalam proporsi yang terbatas. Analisis terhadap tren beberapa tahun terakhir menunjukkan kontribusi GIIAS terhadap pasar kendaraan nasional meningkat sedikit. Tahun lalu, kontribusinya diperkirakan berada di kisaran 5 persen, naik tipis dari sekitar 4 persen pada 2024 dan 3 persen pada 2023.
"Kalau kondisi pasar membaik pada 2026, kontribusinya berpeluang bertahan atau sedikit meningkat," kata Yannes.
SPK bukan penentu
Pabrikan otomotif sering kali menjabarkan capaian mereka selama pameran berlangsung lewat jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).
Menurut Yannes, angka tersebut perlu dibaca secara hati-hati karena sebagian besar yang dicatat selama pameran hanya pemesanan, bukan penjualan riil yang masuk ke dalam data distribusi kendaraan.
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































