SAR hari kedelapan masih nihil meski sempat jangkau 500 meter dari GAK

11 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - Basarnas menyatakan operasi pencarian hari kedelapan terhadap kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis di Selat Sunda masih nihil, meski tim SAR gabungan telah menerjunkan armada hingga jarak 500 meter dari Gunung Anak Krakatau (GAK).

"Tim SAR di lapangan sempat menurunkan sea reader dan menerbangkan drone dengan jarak kurang lebih 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau untuk menindaklanjuti informasi yang beredar. Namun, setelah di-cross check, hasilnya masih nihil," kata Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita, Pandeglang, Selasa petang.

Amrad menjelaskan secara merinci bahwa lokasi yang dijangkau tersebut berada di kawasan perairan timur laut Pulau Panaitan menuju pesisir Gunung Anak Krakatau atau masuk wilayah pencarian sektor C.

Basarnas mengerahkan KN SAR Tetuka dan beberapa armada laut lainnya untuk memverifikasi laporan itu.

Adapun lokasi tersebut dituju setelah sebelumnya, Posko Utama SAR menerima informasi melalui unggahan media sosial bahwa ada diduga objek kapal cepat Arupadhatu 1 yang hilang.

Baca juga: Basarnas: Aktivitas Anak Krakatau jadi pertimbangan pencarian jurnalis

"Jadi teman-teman di lapangan bermain dengan waktu untuk memastikannya dengan informasi yang kami dapatkan dan setelah mereka melakukan cross check tentang informasi tersebut itu hasilnya nihil," kata dia menegaskan.

Hasil serupa juga dikonfirmasi tim SAR gabungan dari lima area sasaran penyisiran lainnya, termasuk wilayah perairan Pulau Enggano, Bengkulu dan Lampung.

"Penyisiran perairan dari setiap sektor lain yang berlangsung 9-10 jam. Juga nihil," kata dia menambahkan.

Operasi SAR terhadap delapan penumpang kapal cepat Arupadhatu 1 itu akan kembali dilanjutkan pada Rabu (16/9), atau sekaligus hari kesembilan itu melibatkan sedikitnya 20 armada kapal unsur utama SAR, di antaranya Kapal SAR Basarnas, Kapal TNI Angkatan Laut, Kapal Polairud Polda Banten.

Sebanyak delapan orang yang dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas), sedangkan tiga lainnya, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu).

Mereka dilaporkan hilang kontak, saat melaksanakan pelayaran untuk peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau via Pandeglang, Banten, Senin (7/9) siang pukul 14.00 Wib.

Amrad memastikan bahwa demi keselamatan maka pergerakan tim SAR gabungan tetap dilakukan atas pemantauan ketat terhadap prakiraan cuaca dan gelombang laut dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), juga aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berdasarkan rekomendasi berkala dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Baca juga: Operasi pencarian jurnalis diperluas ke Pesisir Bengkulu-Pulau Enggano

Baca juga: Hari kedelapan, operasi SAR jurnalis di Selat Sunda tetap optimal

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |