Moskow (ANTARA) - Negosiasi baru antara Rusia dan Amerika Serikat terkait Inisiatif Laut Hitam belum dibahas, kata Grigory Karasin, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Majelis Tinggi Rusia dan anggota delegasi Rusia dalam perundingan di Riyadh, Arab Saudi.
"Saya tidak bisa mengomentari hal ini. Kita hidup di dunia yang terus berubah, tetapi belum ada pembicaraan khusus mengenai hal ini. Tentu saja, waktu yang akan menentukan," ujar Karasin kepada surat kabar Izvestia saat ditanya mengenai kemungkinan pertemuan kedua.
Sebelumnya pada 25 Maret, pernyataan resmi diterbitkan di situs web Kremlin setelah pertemuan kelompok ahli Rusia dan AS di Riyadh, Arab Saudi.
Pernyataan tersebut menyatakan sesuai kesepakatan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump, kedua negara sepakat untuk memastikan implementasi Inisiatif Laut Hitam.
Kesepakatan itu mencakup jaminan keamanan navigasi di Laut Hitam, larangan penggunaan kekuatan, serta pencegahan pemanfaatan kapal komersial untuk tujuan militer dengan menerapkan langkah-langkah pengawasan yang sesuai.
Namun, kesepakatan tersebut baru akan berlaku setelah sejumlah syarat dipenuhi, salah satunya adalah pencabutan sanksi terhadap Rosselkhozbank (Bank Pertanian Rusia).
Inisiatif Gandum Laut Hitam, yang ditandatangani pada 22 Juli 2022 oleh Rusia, Turki, Ukraina, dan PBB, mengatur ekspor gandum, bahan pangan, dan pupuk Ukraina melalui Laut Hitam dari tiga pelabuhan, termasuk Odessa. Inisiatif itu merupakan bagian dari kesepakatan yang lebih luas.
Bagian keduanya -- yakni memorandum Rusia-PBB yang berlaku selama tiga tahun -- memuat ketentuan untuk membuka kembali ekspor pangan dan pupuk Rusia, menghubungkan kembali Rosselkhozbank ke sistem SWIFT, melanjutkan pasokan mesin pertanian, suku cadang, serta pemeliharaannya, memulihkan operasi pipa amonia Togliatti-Odessa, dan sejumlah langkah lainnya.
Rusia menarik diri dari inisiatif itu pada Juli 2023. Moskow berulang kali menegaskan bahwa rezim Kiev telah menyalahgunakan perjanjian itu untuk melancarkan serangan dan provokasi terhadap kapal serta infrastruktur pesisir Rusia dengan dalih koridor kemanusiaan.
Selain itu, janji untuk menormalisasi akses produk pertanian dan pupuk Rusia ke pasar global tidak pernah direalisasikan.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Kremlin: Rusia-AS terus berunding soal konflik Ukraina
Baca juga: Moskow umumkan pertemuan ke-2 normalisasi Rusia-AS di Istanbul
Penerjemah: Primayanti
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025