Ratusan siswa Sekolah Rakyat Makassar sambut Mensos dengan "paper mob"

10 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Ratusan siswa menyambut kedatangan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan penampilan paper mob di Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Jumat.

Sebanyak 190 siswa Sekolah Rakyat dari jenjang SD, SMP, dan SMA secara serentak mengangkat lembaran kertas berwarna merah dan kuning yang membentuk pola dan tulisan penyambutan Gus Ipul yang didampingi Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman beserta jajaran.

Di balik kekompakan ratusan siswa tersebut, ada Muhammad Yunus (17), siswa kelas XI SRMA yang dipercaya menjadi pemandu paper mob.

Meski hanya memiliki waktu singkat selama dua hari untuk berlatih, Yunus mengaku bangga dapat memberikan penampilan terbaik bersama teman-temannya.

"Bangga, senang juga ketemu Pak Menteri Sosial dan bisa tampilin penampilan terbaik juga. Saya ke depannya mau lebih baik lagi, mandu teman-teman biar lebih kompak lagi," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Para siswa juga menunjukkan beragam kemampuan melalui baris variasi, karate, silat, pidato dalam empat bahasa yakni Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin, Tari A'Bulo, Tari Empat Etnis, hingga paduan suara.

Gus Ipul mengatakan perkembangan anak-anak tidak hanya terlihat dari kemampuan akademik dan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya keberanian serta kepercayaan diri setelah mendapatkan pendidikan dan pendampingan di Sekolah Rakyat.

"Alhamdulillah setelah satu tahun beroperasi kita lihat lebih percaya diri, pertumbuhan juga cukup bagus dari sisi fisik, dari sisi mental," ujarnya.

Baca juga: KSP pastikan kesiapan operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi Bandung

Ia mengatakan setiap anak yang masuk Sekolah Rakyat membawa kemampuan dan latar belakang berbeda.

Oleh karena itu, pendidikan di Sekolah Rakyat diarahkan untuk menemukan sekaligus mengembangkan kekuatan masing-masing anak.

"Di Sekolah Rakyat semuanya didampingi. Tidak ada tes akademik, yang ada adalah siapa yang memenuhi kriteria. Ada yang lancar Bahasa Inggris, ada yang pintar Matematika, tapi ada juga yang belum bisa membaca. Semua dilayani sesuai dengan minat dan bakatnya," ucapnya.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman turut melihat perubahan tersebut.

Ia mengenang saat awal sebagian siswa pertama kali datang masih canggung, menangis, bahkan belum terbiasa dengan lingkungan sekolah.

Kini, mereka berani tampil dan mulai memiliki gambaran tentang masa depan yang ingin diraih.

"Anak-anak kita di sini luar biasa. Dari anak-anak yang sebelumnya bukan siapa-siapa, sekarang menjadi seseorang yang memiliki cita-cita ke depan," ujarnya.

Menurutnya, kesempatan yang diberikan melalui Sekolah Rakyat membuka ruang bagi anak-anak untuk mengenali kemampuan yang sebelumnya belum sempat berkembang.

Saat ini Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan memiliki 414 siswa, terdiri atas 24 siswa SRD, 125 siswa SRMP, 120 siswa kelas X SRMA, dan 145 siswa kelas XI SRMA.

Baca juga: Taruna Akpol-Akmil bentuk kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat di Kalsel

Baca juga: Sekolah Rakyat Medan: Membangun karakter demi masa depan siswa

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |