PTFI bidik smelter Gresik produksi 5 juta pounds katoda tembaga bulan ini

4 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menargetkan smelter katoda tembaga di kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur, mulai memproduksi 5 juta pounds katoda tembaga pada September 2026.

“Bulan Agustus yang lalu, feeding-nya ke smelter baru Freeport Indonesia itu mulai, dan mulai bisa diproduksi di bulan September ini dengan sekitar 5 juta pounds katoda tembaga,” ujar Tony dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa.

Tony menyampaikan Smelter Freeport Indonesia yang berlokasi di Manyar sempat berhenti beroperasi karena ketidakcukupan pasokan konsentrat dari pertambangan Freeport. Kendala tersebut diakibatkan oleh insiden longsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025.

Akibat insiden tersebut, ujar Tony, konsentrat Freeport Indonesia hanya cukup untuk memasok PT Smelting. PT Smelting merupakan smelter pertama Freeport Indonesia sekaligus smelter tembaga pertama di Indonesia.

Sementara itu, Smelter Freeport Indonesia atau yang juga dikenal sebagai Smelter Manyar merupakan smelter kedua Freeport Indonesia.

“Kemudian, kalau kita lihat di bulan Oktober 2026, 35 juta pounds itu produksi katoda tembaga dari smelter baru (Smelter Freeport Indonesia),” ucap Tony.

Berdasarkan paparannya, terdapat peningkatan produksi katoda tembaga di Smelter Freeport Indonesia, yakni dari 35 juta pounds pada Oktober 2026 menjadi 55 juta pounds pada November, lalu naik menjadi 57 juta pounds pada Desember 2026.

Kemudian, pada kuartal I 2027 diproyeksikan produksi katoda di Smelter Freeport Indonesia sebesar 137 juta pounds, naik menjadi 145 juta pounds pada kuartal II 2027.

“Jadi, total tahun 2026 ini seperti saya sampaikan tadi ada 800 juta pounds tembaga yang akan dihasilkan dari dua smelter, yaitu PT Smelting sebesar 600 juta pounds dan juga dari smelter PTFI yaitu 200 juta pounds tembaga,” kata Tony.

Freeport Indonesia menargetkan kapasitas produksi setelah insiden longsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025 dapat pulih 100 persen pada 2028.

Tony menjelaskan bahwa pada semester I 2026, kapasitas produksi tambang GBC setelah insiden longsor berada di kisaran 50 persen dari kapasitas normal. Kemudian, diperkirakan pada semester II 2026, kapasitas produksi akan meningkat menjadi 65 persen.

Lebih lanjut, pada semester I 2027, kapasitas produksi ditargetkan mulai pulih hingga 75 persen, sebelum menuju 100 persen sepanjang semester II.

Baca juga: Tiga kendaraan Freeport ditembak di Mile 60, polisi buru pelaku

Baca juga: Freeport salurkan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa NTT

Baca juga: Manggarai Barat siap rehabilitasi rumah korban gempa

Baca juga: PTFI kirim tim tanggap darurat dan bantuan Rp2,5 miliar ke NTT

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |