Polres Bintan bagikan 1.000 masker ke pengendara terdampak kabut asap

11 hours ago 6

Tanjungpinang (ANTARA) - Polres Bintan, Polda Kepulauan Riau (Kepri) membagi-bagikan 1.000 lembar masker kepada pengendara jalan raya sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat Polri terhadap kondisi kabut asap yang melanda wilayah setempat.

Pembagian masker dipusatkan di Simpang Acai dan Taman Makam Pahlawan, Kabupaten Bintan, Selasa, yang dipimpin langsung Kasatlantas Polres Bintan Iptu Yelvis Oktaviano dan jajaran Satlantas.

"Di tengah kabut asap saat ini, kami bergerak cepat membagikan masker dan memberikan edukasi agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan memakai masker," kata Iptu Yelvis usai pembagian masker.

Ia menyebut pembagian masker menyasar pengendara roda dua maupun roda empat guna memberikan perlindungan sekaligus rasa aman kepada masyarakat yang tetap harus beraktivitas di tengah kondisi udara terdampak kabut asap.

Selain membagikan masker, kata dia, personel Satlantas Polres Bintan juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan, membatasi paparan udara luar apabila tidak diperlukan, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

"Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban berlalu lintas, tetapi juga memberikan perlindungan kepada masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk kabut asap," ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, Petugas Satlantas Polres Bintan turut mengingatkan kondisi kabut asap dapat mempengaruhi jarak pandang, sehingga pengendara harus lebih berhati-hati dengan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan apabila diperlukan, serta selalu mengutamakan keselamatan.

"Polres Bintan berkomitmen untuk terus hadir memberikan rasa aman, perlindungan, dan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Secara terpisah, Bupati Bintan Roby Kurniawan menyampaikan seluruh siswa PAUD, TK, SD hingga SMP di daerah itu mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau dari rumah selama tiga hari, pada 15 hingga 17 September 2026 akibat kabut asap.

Roby mengatakan kebijakan ini diambil sebagai upaya mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan serta memberikan perlindungan kepada pelajar selama kondisi kabut asap masih terjadi.

"PJJ dilaksanakan dari rumah menggunakan dua konsep belajar, yaitu via zoom meeting serta pemberian tugas sesuai kurikulum pembelajaran," kata Roby.

Baca juga: Menhut: Lima pemda di Sumsel dapat bantuan penanganan karhutla

Baca juga: Gubernur Kalteng antar bantuan lansia langsung ke rumah saat karhutla

Pewarta: Ogen
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |