Jakarta (ANTARA) - Peningkatan kadar kolesterol, terutama low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol "jahat", dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terserang penyakit jantung dan stroke.
Selain obat-obatan, menurut dokter ada beberapa suplemen makanan yang bisa dikonsumsi untuk membantu menurunkan kadar kolesterol "jahat" dalam darah.
Sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times pada Sabtu (22/3), dokter Kunal Sood menyampaikan beberapa suplemen yang terbukti dapat membantu menurunkan kadar LDL dalam darah, meningkatkan metabolisme lemak, dan mendukung kesehatan jantung secara menyeluruh.
Menurut dia, mengonsumsi suplemen makanan seperti asam lemak omega-3, ekstrak bawang putih, sterol tumbuhan, dan teh hijau bisa membantu menurunkan kadar kolesterol "jahat" dalam darah.
Asam lemak omega-3
Asam lemak omega-3, terutama eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA), dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dengan mengurangi produksi Very Low Density Lipoprotein (VLDL) di hati serta meningkatkan pembuangan trigliserida dari darah.
"Studi menunjukkan penurunan sekitar 20–30 persen trigliserida, yang membantu memperbaiki metabolisme lipida dan risiko kardiovaskular," kata Dr. Sood, lalu menambahkan, suplemen lemak esensial ini juga mendukung metabolisme lemak secara keseluruhan.
Baca juga: Cara tepat mengonsumsi suplemen omega-3 menurut nutrisionis
Ekstrak bawang putih
Bawang putih mengandung allicin, senyawa aktif yang dapat membantu mengurangi produksi kolesterol di hati. Mengonsumsi bawang putih dalam bentuk ekstrak dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total dan LDL dalam darah, terutama pada individu dengan kadar kolesterol tinggi.
Dr Sood mengatakan bahwa senyawa dalam bawang putih seperti allicin dan S-allyl-cysteine dapat menghambat enzim HMG-CoA reductase dan mengurangi produksi kolesterol di hati.
Teh hijau
Teh hijau kaya katekin, antioksidan kuat yang bisa membantu mengurangi penyerapan kolesterol di usus dan menghambat pembentukannya di hati.
"Katekin dalam teh hijau, terutama EGCG, dapat mengurangi penyerapan kolesterol dan menghambat sintesisnya di hati. Analisis studi menunjukkan penurunan moderat namun konsisten pada LDL dan kolesterol total," kata Dr. Sood.
Sterol tumbuhan
Dr. Sood menyampaikan bahwa sterol tumbuhan memiliki struktur yang mirip dengan kolesterol, sehingga dapat bersaing dalam proses penyerapan di usus.
Dengan "mengalahkan" kolesterol dalam proses penyerapan, sterol tumbuhan membantu mengurangi partikel kolesterol yang masuk ke aliran darah.
"Ini mengurangi jumlah kolesterol yang masuk ke sirkulasi dan meningkatkan pembuangannya melalui feses. Meta-analisis menunjukkan asupan sekitar 0,6 hingga 3,3 gram per hari mengurangi kolesterol LDL sekitar enam hingga dua belas persen," kata Dr. Sood.
Baca juga: Langkah-langkah untuk mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh
Baca juga: Minuman pagi terbaik bagi individu dengan kadar kolesterol tinggi
Penerjemah: Sri Dewi Larasati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































