Pertumbuhan pasar asuransi energi didorong ekspansi proyek migas

1 day ago 9
Kalau dilihat dari pasar asuransi energi nasional, pertumbuhannya mencapai rata-rata 18 persen. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding rata-rata industri asuransi umum karena nilai aset dan aktivitas di sektor energi terus meningkat

Jakarta (ANTARA) - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance) mencatat pasar asuransi energi nasional mengalami pertumbuhan rata-rata 18 persen pada 2025, seiring meningkatnya aktivitas investasi dan pengembangan proyek minyak dan gas (migas) yang menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional.

Strategic Business 1 Group Head Tugu Insurance Carolina Ledy Babbyana mengatakan pertumbuhan bisnis tersebut didorong oleh semakin besarnya nilai aset dan perluasan aktivitas di sektor migas, mulai dari hulu hingga hilir yang meningkatkan kebutuhan perusahaan untuk mengalihkan risiko melalui mekanisme asuransi (risk transfer mechanism).

“Kalau dilihat dari pasar asuransi energi nasional, pertumbuhannya mencapai rata-rata 18 persen. Pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri asuransi umum karena nilai aset dan aktivitas di sektor energi terus meningkat," kata Babby dalam acara Literasi Asuransi Energi di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, terdapat tiga faktor utama yang mendorong pertumbuhan pasar asuransi energi. Pertama, meningkatnya nilai investasi dan skala proyek energi, terutama di sektor hulu migas yang terus berkembang seiring upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta SKK Migas selama 2025, aktivitas industri migas terus berkembang, didukung target peningkatan lifting minyak sebanyak 605,3 ribu barel per hari dan gas sebesar 5.530 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari).

Baca juga: Laba bersih Tugu Insurance capai Rp480,29 miliar pada semester I 2026

Baca juga: Asuransi Tugu bagikan bantuan kaki palsu bagi korban kecelakaan

Selain itu juga ditambah perluasan wilayah kerja migas di tahun 2026 menjadi 110 blok migas, serta meningkatnya investasi di sektor hulu sesuai arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi sebesar 16 miliar dolar AS.

Meningkatnya aktivitas tersebut membuat kebutuhan perlindungan asuransi semakin besar. Menurutnya, industri migas merupakan sektor strategis nasional dengan karakteristik risiko yang tinggi, mulai dari potensi kebakaran, ledakan, pencemaran lingkungan, hingga gangguan operasional akibat cuaca ekstrem, khususnya pada proyek lepas pantai (offshore).

Hal ini terlihat dari portofolio premi terbesar masih berasal dari proyek energi lepas pantai (offshore) yang mencapai sekitar Rp1,18 triliun. Sementara itu, premi dari sektor energi darat (onshore) tercatat sekitar Rp225 miliar, yang mencakup perlindungan terhadap kilang, terminal bahan bakar minyak, jaringan pipa, hingga pembangkit listrik.

Kedua, perusahaan asuransi semakin disiplin dalam menerapkan manajemen risiko (underwriting), sehingga mampu mengelola portofolio bisnis secara lebih sehat dan berkelanjutan.

Babby juga mengatakan transisi menuju energi baru terbarukan turut membuka pasar baru bagi industri asuransi. Munculnya berbagai investasi pada proyek EBT menciptakan kebutuhan perlindungan risiko yang sebelumnya belum banyak tersedia.

Karena itu, fungsi asuransi tidak hanya memberikan perlindungan finansial ketika terjadi kerugian, tetapi juga membantu perusahaan mengelola risiko sejak awal.

"Asuransi adalah mekanisme pengalihan risiko. Sebelum memberikan perlindungan, kami melakukan pemetaan risiko, survei lapangan, hingga memberikan rekomendasi perbaikan agar risiko operasional dapat ditekan," katanya.

Dengan perlindungan dan manajemen risiko yang memadai, sektor asuransi diharapkan mampu mendukung keberlanjutan investasi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca juga: Asuransi Tugu bukukan laba bersih Rp265,62 miliar pada kuartal I 2026

Baca juga: Perpanjangan kontrak asuransi topang kinerja semester II TUGU

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |