Jakarta (ANTARA) - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menekankan komitmen dalam mewujudkan transisi energi berkelanjutan melalui pembangunan teknologi dan infrastruktur, serta kepercayaan dari para pemangku kepentingan (stakeholder).
“Melalui komunikasi yang semakin efektif, kolaborasi yang semakin erat, dan layanan yang semakin responsif, Pertamina NRE optimistis dapat terus menciptakan nilai bersama bagi seluruh pemangku kepentingan sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mendukung target transisi energi nasional,” kata Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Sri melanjutkan, Pertamina NRE juga akan terus memperkuat pengelolaan hubungan stakeholder sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam mengembangkan energi baru dan terbarukan.
Hal ini mengacu pada hasil survei Stakeholder Satisfaction Index (SSI) 2026 Katadata Insight Center (KIC), di mana Pertamina NRE mencatatkan peningkatan skor menjadi 4,30 pada skala lima atau berada dalam kategori Baik, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 4,15.
Sri mengatakan, peningkatan indeks tersebut menjadi refleksi dari komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang berlandaskan kepercayaan dan kolaborasi.
“Peningkatan Stakeholder Satisfaction Index pada tahun ini menjadi cerminan bahwa upaya kami dalam membangun komunikasi yang terbuka, responsif, dan kolaboratif telah memberikan dampak positif,” kata dia.
Selain mencatat peningkatan tingkat kepuasan, hasil survei juga menunjukkan Net Promoter Score (NPS) Pertamina NRE mencapai +53,7.
Adapun NPS merupakan indikator yang mengukur tingkat loyalitas dan dukungan stakeholder terhadap suatu organisasi, termasuk sejauh mana mereka bersedia merekomendasikan perusahaan kepada pihak lain berdasarkan pengalaman yang dimiliki.
Capaian tersebut, kata Sri, mengindikasikan bahwa tingkat advokasi stakeholder terhadap Pertamina NRE berada pada level yang kuat dan kompetitif dibandingkan benchmark industri energi.
“Pertamina NRE akan memperkuat kualitas layanan melalui komunikasi yang lebih proaktif, penyampaian informasi yang semakin relevan dan tepat waktu, serta respons yang lebih cepat terhadap kebutuhan stakeholder,” ujar Sri.
“Kami percaya, hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan dan kolaborasi akan menjadi modal penting dalam mendukung percepatan transisi energi di Indonesia,” imbuhnya.
Baca juga: IESR: PLTS jadi solusi percepatan transisi energi terbarukan
Baca juga: RI dan China perkuat kemitraan untuk transisi energi dan aksi iklim
Baca juga: Indonesia, Norwegia bahas energi dan aksi iklim
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































