Jakarta (ANTARA) - Penjualan kuartal pertama Tesla mengalami penurunan sebanyak 13 persen atau hanya berhasil mengirimkan kendaraan sebanyak 336.681 unit saja menurut laporan dari Arena EV pada Rabu.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Tesla justru berhasil mengirimkan kendaraan lebih banyak atau sekitar 386.810 unit. Sementara angka real yang didapatkan oleh Tesla, ini masih lebih rendah dibandingkan dengan ramalan para pakar yang diperkirakan bakal menyentuh angka 372.410.
Capaian negatif yang didapatkan oleh Tesla ini berkat cerminan dari beberapa faktor seperti jajaran kendaraan Tesla yang menua dan keterlibatan politik Musk yang kontroversial di AS dan Eropa.
Baca juga: Elon Musk sebut vandalisme terhadap Tesla adalah "aksi terorisme"
Dukungan Musk terhadap partai politik sayap kanan di Jerman dan negara lain, bersama dengan perannya dalam pemotongan biaya federal AS, telah memicu protes dan vandalisme yang meluas yang menargetkan kendaraan dan dealer Tesla. Beberapa pemilik Tesla bahkan telah menukar kendaraan mereka untuk menjauhkan diri dari citra publik terhadap Musk.
Namun, ada hal menarik di sini - meski saham perusahaan turun dalam perdagangan pra-pasar pada Rabu (2/40) pemandangan berbeda justru terjadi ketika pasar dibuka pagi ini, saham tersebut menunjukkan pemulihan yang kuat dan diperdagangkan pada harga 281,50 dolar AS pada saat berita ini disiarkan.
Analis Wedbush Securities Dan Ives menggambarkan angka penjualan tersebut sebagai "bencana dalam setiap metrik," dengan mencatat bahwa hasilnya lebih buruk dari yang diantisipasi, namun kinerja pasar menentang ekspektasi.
Baca juga: Elon Musk, bentuk lain anomali demokrasi AS
Ke depannya, target Tesla untuk mencapai pertumbuhan penjualan 20 persen hingga 30 persen pada tahun 2025 terdengar agak mengada-ada. Perusahaan tersebut diharapkan meluncurkan kendaraan yang lebih terjangkau akhir tahun ini, tetapi detailnya masih minim.
Sementara itu, pesaing asal Tiongkok, BYD sudah berhasil mengungguli Tesla sebagai penjual kendaraan listrik global teratas, dengan proyeksi pangsa pasar sebesar 15,7 persen dibandingkan dengan Tesla yang sebesar 15,3 persen, menurut Counterpoint Research.
Penjualan Tesla di pasar-pasar utama Eropa terus menurun, terutama di pasar otomotif Prancis dan Swedia mengalami penurunan selama tiga bulan berturut-turut.
Baca juga: Saham Tesla rontok, alami penurunan terbesar dalam 5 tahun terakhir
Investor berharap bahwa Model Y yang diperbarui dan insentif baru akan membantu menangkal melemahnya permintaan dan persaingan dari para pesaing seperti BYD, Volkswagen, dan BMW.
Cybertruck, yang diluncurkan pada akhir tahun 2023, berubah menjadi kegagalan pasar karena gagal memenuhi ekspektasi awalnya dan para pengadopsi awal menghadapi masalah kualitas, termasuk penarikan kembali hampir semua unit baru-baru ini karena masalah panel.
Dan yang paling penting, kita memiliki tarif baru untuk kendaraan impor. Bahkan Tesla mengantisipasi implikasi biaya yang "signifikan".
Perusahaan itu juga memperingatkan potensi tarif balasan - prospek untuk seluruh industri otomotif jauh dari cerah tahun ini, tetapi Tesla mungkin akan menerima pukulan yang lebih besar daripada yang lain.
Baca juga: Angka penjualan kendaraan Tesla merosot
Baca juga: Tindakan kontroversial Elon Musk picu ketidakpuasan terhadap Tesla
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2025