Istanbul (ANTARA) -
Parlemen Iran dijadwalkan menggelar sidang secara virtual, Minggu, untuk membahas sejumlah rancangan undang-undang (RUU) terkait penanganan pengaruh asing dan pengawasan Selat Hormuz, demikian dilaporkan lembaga penyiaran pemerintah IRIB.
Anggota Komisi Keamanan Nasional parlemen akan membahas "Rencana Pengelolaan Cerdas" untuk Selat Hormuz, menurut laporan tersebut.
Para anggota parlemen Iran juga akan membahas RUU yang bertujuan memerangi kejahatan internasional, tambah laporan itu.
Laporan tersebut muncul setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei, Sabtu (15/8) mengatakan bahwa Iran telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai peta rute pelayaran untuk Selat Hormuz setelah beberapa pekan menjalani negosiasi teknis.
Pembahasan itu merupakan bagian dari negosiasi teknis yang dimulai berdasarkan nota kesepahaman (MoU) Iran-Amerika Serikat (AS). Kesepakatan tersebut menugaskan Teheran dan Muscat untuk mengembangkan kerangka navigasi baru bagi Selat Hormuz.
Meskipun Iran dan Oman terus membahas rute pelayaran, Teheran berulang kali menyatakan bahwa keputusan untuk membuka kembali jalur perairan strategis itu tetap bergantung pada pemenuhan kewajiban AS berdasarkan nota kesepahaman tersebut.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Iran peringatkan Prancis agar tidak intervensi urusan dalam negeri
Baca juga: Negara Teluk makin kritis terhadap AS di tengah konflik Iran
Penerjemah: Primayanti
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































