Denpasar (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan penguatan pendidikan Hindu untuk membentuk generasi berkarakter pada malam puncak Hari Bhakti Pertiwi Widyalaya di Universitas Negeri Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar.
"Saya percaya widyalaya akan mampu menjadi lembaga yang melahirkan generasi Hindu yang unggul dan berkarakter," katanya di Denpasar, Bali, Kamis.
Menurut dia, widyalaya memiliki kemiripan dengan pesantren. Lembaga model ini bukan hanya tempat belajar biasa, tetapi lembaga pendidikan plus dengan pelbagai kelebihan.
"Kalau sekolah tempat mendapat pelajaran dari guru. Kalau pesantren/widyalaya metodologinya beda (sekolah keagamaan) karena mengajar ilmu dari Tuhan. Ada akhlak, ada penyucian batin di dalamnya," kata dia.
Baca juga: Kemenag: Widyalaya adalah terobosan baru pendidikan Hindu di Indonesia
Ia menjelaskan istilah pendidik Hindu widyalaya juga dikenal dengan nama "guru". Adapun "gu" berarti kegelapan atau ketidaktahuan, sedangkan "ru" artinya obor menerangi kegelapan.
Ia menyebut seorang guru adalah dia yang bisa mencerahkan batin dan pikiran peserta didik.
Dia menilai widyalaya penting dihidupkan dan dibangkitkan karena telah terbukti bukan hanya mencetak orang pintar, tetapi melahirkan karakter murid yang jujur cerdas dan berkarakter.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bali I Gusti Made Sunartha mengungkapkan di daerah dengan sebutan "Pulau Dewata" tersebut, saat ini pihaknya sedang mendorong pendirian widyalaya negeri baru oleh pemerintah.
Hal itu, sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2024 yang telah diperbaharui dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 51 Tahun 2025 tentang perubahan atas PMA 2 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya.
Pihaknya telah mengawal pendirian widyalaya negeri di Kabupaten Jembrana dan Gianyar, sedangkan dalam waktu dekat akan ada penyerahan aset dari pemerintah daerah kepada Kementerian Agama.
"Saat ini proposal tengah berproses dan selanjutnya kita targetkan di semua kabupaten di Bali ada widyalaya negeri yang didirikan oleh pemerintah langsung melalui Kementerian Agama," demikian Sunartha.
Baca juga: Bimas Hindu: PMA 51/2025 beri kepastian hukum penegerian widyalaya
Baca juga: DPR minta perbanyak Sekolah Widyalaya buat serap lulusan kampus agama
Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































