Menhan apresiasi militer Jepang bantu tangani karhutla di Kalimantan

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin mengapresiasi kinerja militer Jepang yang telah membantu untuk menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Sjafrie menyampaikannya saat mengunjungi kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki beserta tiga helikopter CH-47 Chinook di Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa.

Dikutip dari siaran pers Kemhan RI diterima di Jakarta, Sjafrie menerima laporan langsung dari personel militer Jepang terkait perkembangan penanganan karhutla.

Ia pun mengapresiasi seluruh kontribusi yang telah diberikan Jepang dalam menangani karhutla di Indonesia. Bahkan dalam kesempatan itu, Sjafrie menyempatkan diri untuk menelefon Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi untuk mengucapkan terima kasih secara langsung.

"Sebagai Menteri Pertahanan, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi atas respons cepat dalam memberikan bantuan helikopter CH-47 yang dilengkapi kemampuan pemadaman kebakaran," kata Sjafrie.

Ia mengharapkan kerja sama itu dapat meringankan beban Pemerintah Indonesia dalam menangani karhutla, sekaligus semakin mempererat hubungan Indonesia dengan Jepang.

"Yang paling penting adalah bagaimana seluruh kemampuan yang ada dapat digunakan untuk melindungi masyarakat, mempercepat pemadaman, dan mengurangi dampak karhutla. Itulah manfaat nyata dari hubungan baik dan diplomasi pertahanan Indonesia dan Jepang," ucap Sjafrie.

Untuk diketahui, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Tri Budi Utomo dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menjelaskan tiga helikopter Jepang beroperasi menangani karhutla mulai 12 September sampai 19 September 2026.

Dia menjelaskan kedatangan bantuan dari Jepang ini tidak menggeser Pemerintah Indonesia sebagai leading sector penanganan karhutla.

Menurut dia bantuan tersebut merupakan bagian dari kerja sama pertahanan komprehensif atau defence cooperation arrangement (DCA) antara Indonesia dan Jepang yang ditandatangani pada 4 Mei 2026.

Dalam kerja sama tersebut, salah satu ruang lingkup utamanya mencakup pengelolaan bencana, termasuk humanitarian assistance and disaster relief (HADR). Karena itu, menurutnya, kerja sama tersebut bersifat kemanusiaan dan perlu dipandang dalam kerangka diplomasi secara utuh.

"Jadi, seluruh kemampuan nasional tetap dikerahkan. Bantuan Jepang kemudian diintegrasikan dengan seluruh operasi penanganan karhutla yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia," tutur dia.

Baca juga: Menhan: Bantuan Jepang tangani karhutla bukti kerja sama pertahanan

Baca juga: Tiga Chinook Jepang terjun padamkan karhutla Kalbar

Baca juga: Armada udara bantuan dari Jepang uji terbang padamkan karhutla

Pewarta: Walda Marison
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |