Menbud: Konflik di Timur Tengah mengancam keberadaan warisan budaya

4 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan bahwa eskalasi kekerasan di Timur Tengah yang terus berlanjut serta dampaknya yang semakin luas, termasuk mengancam warisan budaya di seluruh kawasan.

“Situasi ini tidak hanya menempatkan warga sipil dalam risiko yang kian besar, tetapi juga mengancam warisan budaya, baik situs dan cagar budaya maupun warisan budaya takbenda di seluruh kawasan,” jelas Menbud dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu.

Menbud katakan, konflik bersenjata bukan hanya merusak bangunan, situs, dan benda-benda budaya, melainkan juga menggerus memori sejarah, nilai-nilai, identitas, dan cara hidup yang hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca juga: Jepang dan RI siap kerja sama atasi dampak konflik Timur Tengah

Dia menyatakan bahwa pelindungan warisan budaya dalam situasi konflik bersenjata merupakan kewajiban moral sekaligus kewajiban hukum internasional, termasuk Konvensi Den Haag 1954 tentang Pelindungan Kekayaan Budaya dalam Peristiwa Konflik Bersenjata serta berbagai instrumen internasional terkait.

Warisan budaya, kata dia, tidak dapat dipandang sebagai kerusakan sampingan yang dapat diabaikan. Setiap penghancuran, perusakan, atau penyalahgunaan terhadap kekayaan budaya dalam konflik akan melemahkan sendi-sendi sosial masyarakat, memperdalam trauma, serta merusak peluang bagi perdamaian, rekonsiliasi, dan pemulihan pascakonflik.

Oleh karena itu, Kementerian Kebudayaan RI menyerukan kepada semua pihak terlibat agar menghormati hukum humaniter internasional, menjamin keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian, serta melindungi kekayaan budaya dan situs warisan budaya di seluruh kawasan dari serangan, penggunaan untuk kepentingan militer, vandalisme, penjarahan, maupun penghancuran yang tidak dapat dipulihkan.

Baca juga: Kemenpar prioritaskan Asia strategi jangka pendek di tengah konflik

"Kami juga mendukung berbagai upaya internasional yang terus dilakukan, termasuk oleh UNESCO dan otoritas nasional terkait, untuk memperkuat langkah-langkah darurat dalam melindungi situs-situs budaya yang rentan serta benda-benda warisan bergerak yang berada dalam ancaman,” tegasnya.

Kementerian Kebudayaan menandaskan bahwa hilangnya nyawa manusia dan hancurnya warisan budaya merupakan luka bagi kemanusiaan.

Pelindungan warisan budaya tidak dapat dipisahkan dari pelindungan martabat, ingatan kolektif, dan kesinambungan peradaban.

Baca juga: Uzbekistan dan Arab Saudi serukan deeskalasi di Timur Tengah

Masyarakat internasional harus tetap waspada agar konflik tidak hanya menimbulkan kehancuran kemanusiaan, tetapi juga menghapus landasan kultural yang menopang kehidupan suatu masyarakat.

Fadli juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia yang sedang menjalankan tugas sebagai personel penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.

Selain itu juga mendoakan pemulihan sepenuhnya bagi para personel yang terluka dalam menjalankan tugas.

Baca juga: Victoria dan Tasmania gratiskan angkutan umum imbas konflik Timteng

“Tragedi ini tidak dapat dilepaskan dari serangan keji Israel di Lebanon Selatan. Kami menegaskan kembali kecaman keras atas serangan tersebut yang telah membahayakan personel penjaga perdamaian, warga sipil, infrastruktur penting, dan memperbesar ancaman terhadap warisan budaya di kawasan,” tegas Menbud.

Menbud menegaskan kembali solidaritas kepada keluarga para personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur, kepada rakyat Lebanon, dan kepada seluruh komunitas di Timur Tengah yang kehidupan, keselamatan, dan warisan budayanya berada dalam ancaman.

Indonesia tetap berkomitmen pada perdamaian, kerja sama internasional, dan pelindungan warisan budaya sebagai warisan bersama umat manusia.

Baca juga: PM Spanyol peringatkan risiko krisis pangan imbas konflik Timur Tengah

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |