Kremlin: BRICS berpotensi bentuk lembaga baru dalam beberapa tahun

8 hours ago 2

Yekaterinburg (ANTARA) - Keputusan terkait pembentukan lembaga-lembaga baru dalam BRICS dapat diambil pada pertemuan tingkat tinggi mendatang, kata Wakil Kepala Staf Kantor Eksekutif Kepresidenan Rusia Maxim Oreshkin pada Selasa.

"Permintaan untuk membentuk lembaga-lembaga dalam BRICS semakin meningkat, terutama seiring dengan perluasan organisasi tersebut," kata Oreshkin dalam acara Open Dialogue pada Festival Pemuda Internasional.

"Saya yakin bahwa pada salah satu pertemuan tingkat tinggi mendatang--mungkin di China atau pada pertemuan berikutnya--keputusan akan diambil terkait pembentukan lembaga-lembaga tambahan," imbuhnya.

Oreshkin menambahkan bahwa kebutuhan akan lembaga-lembaga baru muncul seiring dengan meningkatnya kekuatan ekonomi, hubungan antarnegara, serta akumulasi pengetahuan dan pertukaran praktik terbaik.

"Hal inilah yang akan memainkan peran penting dalam pembentukan lembaga-lembaga baru, seperti misalnya Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) di Barat. Sesuatu yang serupa sangat mungkin dibentuk di bawah BRICS dalam beberapa tahun mendatang," ujar pejabat itu.

Bank Pembangunan Baru (NDB) pun telah beroperasi di dalam BRICS, sementara perluasan mandatnya masih dibahas, kata Oreshkin.

Oreshkin mengapresiasi KTT BRICS ke-18 yang digelar di New Delhi sebagai acara yang sangat sukses karena mempertemukan "setengah dari pertumbuhan global… dari seluruh perekonomian dunia, setengah dari populasi."

KTT BRICS berlangsung di New Delhi pada 12–13 September. Para pemimpin negara menekankan peran Bank Pembangunan Baru yang semakin penting dalam deklarasi KTT tersebut.

BRICS terdiri atas Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia. Negara-negara anggota organisasi tersebut secara keseluruhan menyumbang sekitar 40 persen produk domestik bruto (PDB) global dan hampir setengah populasi dunia.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: China sambut usulan Indonesia soal kolaborasi rantai pasok dalam BRICS

Baca juga: Qodari: Presiden manfaatkan KTT BRICS demi kepentingan nasional

Baca juga: BRICS, jalan Indonesia menegaskan ruang gerak global

Penerjemah: Katriana
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |