Kirab Ancak Agung di Jember kembali pecahkan rekor MURI 

3 hours ago 3

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Kirab Ancak Agung yang digelar Pemerintah Kabupaten Jember kembali memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan 867 ancak yang diarak dari Jalan Gajahmada menuju Alun-Alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu sore.

"Jumlah tersebut kembali memecahkan rekor yang sebelumnya juga dicatatkan Jember sebanyak 449 ancak agung dan tahun ini sebanyak 867 ancak, sehingga menjadi yang terbanyak," kata Senior Representative MURI Ari Andriani di Jember.

Selain kirab ancak, gunungan suwar-suwir, makanan ringan khas Jember, juga memecahkan rekor MURI dengan 1.600 bungkus suwar-suwir yang disusun hingga mencapai tinggi 3,7 meter.

Baca juga: Parade 449 ancak Maulid Nabi Muhammad di Jember pecahkan rekor MURI

Kirab Ancak Agung digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mengusung tema "Melestarikan Tradisi, Menguatkan Ukhuwah, Mengangkat Marwah Jember", kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merawat tradisi dan memperkuat gotong royong serta persaudaraan masyarakat.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat hubungan antarsesama.

Baca juga: Maulid Nabi 2026 tanggal berapa? Ini jadwal dan hari liburnya

"Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT Kemerdekaan RI sama-sama membawa pesan penting tentang persaudaraan, kecintaan terhadap tanah air, serta kepedulian terhadap sesama," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Fawait juga mengenakan syal bercorak Indonesia dan Palestina sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan kemanusiaan bangsa Palestina.

"Sikap tersebut sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa," tuturnya.

Baca juga: 7 hikmah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, bukan sekadar seremoni

Kirab tahun ini diikuti 867 peserta ancak yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, kelurahan, desa, sekolah, hingga lembaga kemasyarakatan.

Setelah didokumentasikan oleh pihak MURI, ratusan gunungan tersebut diperebutkan warga yang telah menunggu sejak siang di Alun-Alun Jember. Hasil bumi yang menjadi bagian dari ancak pun habis dibagikan kepada masyarakat.

Baca juga: Maulid Nabi: Sejarah, makna, dan alasan peringatannya

Baca juga: KAI Palembang tambah KA eksekutif saat libur Maulid Nabi

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |